Perusahaan Pencemar Sungai Citarum Bengal

Octavianus Dwi Sutrisno - 13 Februari 2018 17:29 wib
Kondisi aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung, dengan sampah bertebaran, Selasa 23 Januari 2018, Medcom.id - Octa
Kondisi aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung, dengan sampah bertebaran, Selasa 23 Januari 2018, Medcom.id - Octa

Bandung: Belasan perusahaan di Bandung dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diduga kuat membuang limbah pabrik ke aliran sungai Citarum. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menyebut ada lima perusahaan pembuang limbah di Bandung dan delapan di Kabupaten Bandung.  

Kepala Dinas DLH Jabar, Anang Sudharna, menyampaikan DLH telah melaporkan perusahaan yang diduga mencemari sungai Citarum. Namun, menurutnya, perusahaan itu masih bengal. 

"Kalau diilustrasikan seseorang melakukan pelanggaran tertangkap diberi hukuman lalu dimasukkan ke pengadilan, lantas setelah menjalani vonis, dia kembali melanggar. Jadi, ya tidak kapok sama seperti perusahaan-perusahaan ini yang telah diberi sanksi administrasi bolak-balik," kata Anang, saat ditemui Medcom.id, di kantornya, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa, 13 Februari 2018. 

Anang menuturkan belasan perusahaan yang diduga mencemari sungai Citarum bergerak di bidang tekstil. Perusahaan tersebut telah berdiri sekitar lima tahun. Dia menuturkan pemberian perizinan perusahaan dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, baik kota maupun kabupaten. 

Baca: Presiden Minta Penataan Sungai Citarum Segera Dijalankan

"Di sini calon investor mengajukan permohonan untuk membuat sebuah perusahaan. Sekarang sepanjang persyaratannya sesuai, tentu perizinan keluar," ucapnya.

Menurutnya, ketika dilakukan pemeriksaan oleh DLH, belasan perusahaan tersebut rata-rata memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Namun ada persyaratan yang tidak sesuai, seperti pembuatan instalasi pembuatan air limbah (IPAL) sederhana. 

Dirinya mencontohkan, salah satu perusahaan yaitu PT SS, memiliki persyaratan amdal. Namun, setelah diidentifikasi, IPAL-nya mengalami kelebihan kapasitas.

"Kapasitas IPAL-nya 10 atau 1.000 meter kubik, tapi dia produksi hingga menghasilkan limbah 20.000 meter kubik per harinya. Nah, ini kan tidak baik, jadi tentu kita tindak tegas," bebernya.

Baca: 39 Perusahaan Terindikasi Mencemari Sungai Citarum


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LINGKUNGAN HIDUP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 27-05-2018