DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bermain Lempar Pisau untuk Isi Libur Sekolah

Rhobi Shani - 30 Desember 2015 13:35 wib
Anak-anak di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jateng, bermain lempar pisau di sela libur sekolah, Rabu (30/12/2015). (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)
Anak-anak di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jateng, bermain lempar pisau di sela libur sekolah, Rabu (30/12/2015). (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Anak-anak di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, punya cara tersendiri untuk mengisi waktu liburan. Tidak dengan pergi bertamasya, melain cukup bermain di belakang rumah. Yaitu bermain lempar pisau.
 
Ketika matahari beranjak sepenggalah, Muhamed Franches Kantona, 8, dan kawan-kawannya berkumpul di markas Jepala Lempar Pisau (Jleps). Pada libur sekolah kali ini, setiap pagi mereka bermain dan belajar lempar pisau. Sekilas tampak mengerikan, karena yang dibuat bermain adalah pisau-pisau tajam.
 
Didampingi Anton Candra, 23, anggota komunitas Jleps, Franches menuju arena lempar pisau di pekarangan belakang rumah warga. Secara bergantian, Franches dan teman-temannya, mulai melempar pisau ke papan bidikan.
 
Franches mengaku, selama libur sekolah, setiap hari bermain lempar pisau. Itu dilakukan untuk mengisi waktu luang bersama teman-teman sepermainan. Selain bermain, Franches juga berkesempatan belajar olahraga dengan piranti utama pisau ini.
 
“Ya, senang karena bisa belajar sambil bermain. Pertama takut, tapi setelah mencoba ternyata asyik,” ujar Franches, Rabu (30/12/2015).
 
Sebelum memulai bermain lempar pisau, Anton menyampaikan, terlebih dahulu anak-anak dikenalkan teknik memegang dan melempar pisau yang benar.  Itu disampaikan pada anak-anak demi keamanan saat memegang dan melempar pisau.
 
“Kalau tekniknya benar, bermain pisau lempar pasti aman. Pisau yang dilempar tidak akan terpental kembali, tapi tertancap pada dinding bidikan atau jatuh ke tanah,” terang Anton.
 
Disampaikan Anton, kesulitan mengajari anak-anak lempar pisau terletak pada menata emosi anak. Pasalnya, saat melempar pisau dibutuhkan konsentrasi yang bagus agar lemparan tepat mengenai bidang sasaran.
 
“Jika melempar pisau dengan emosional dan kekuatan lemparan tidak dikontrol, biasanya pisau terpental tidak menancap,” kata Anton.
 
Di Jepara, ditambahkan Anton, olahraga lempar pisau masih cukup langka.


(SAN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LIBUR SEKOLAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-10-2018