Bandar Narkoba Jaringan Jakarta Dibekuk di Solo

Pythag Kurniati - 12 April 2016 16:13 wib
Gelar perkara penangkapan TF dengan barang bukti sabu-sabu di Mapolrestabes Solo, Jateng, Selasa (12/4/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)
Gelar perkara penangkapan TF dengan barang bukti sabu-sabu di Mapolrestabes Solo, Jateng, Selasa (12/4/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Kepolisian Resor Kota Solo menangkap seorang bandar narkoba berinisial TF, 39. Polisi juga menyita barang bukti sejumlah paket sabu-sabu. TF diduga jaringan narkoba dari Jakarta.

Di rumah TF, di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, polisi mendapati beberapa paket sabu. Di antaranya, dua paket sabu seberat 2 ons, satu paket sabu seberat 50 gram, empat paket sabu seberat 10 gram serta 17 paket kecil sabu. Polisi juga menyita timbangan digital, plastik klip, sendok kecil, telepon genggam dan uang Rp6,9 juta.

Kapolres Kota Solo, Kombes Pol Achmad Luthfi mengatakan dari penyelidikan sementara TF mendapatkan barang-barang tersebut dari jaringan di Jakarta. “Kami masih terus lakukan pengembangan. Kami tidak ingin jaringan narkoba putus di sini saja, melainkan harus diusut tuntas,” ungkapnya, saat gelar perkara di Mapolresta Solo, Selasa (12/4/2016). 

Tersangka TF telah satu bulan diintai dan menjadi target operasi kepolisian. TF dikenal tertutup dan hanya keluar pada waktu tertentu. TF ditangkap jajaran Polrestabes Solo, kemarin.

Distribusi sabu-sabu biasa ia lakukan melalui lubang pada pagar rumahnya yang tinggi pada malam hari. Pengedar mendatangi rumah TF dan melakukan transaksi dengan cara itu.

TF dijerat pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU No 35/2009 tentang Narkotika. TF terancam hukuman pidana paling singkat empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara, serta denda minimal Rp40 juta dan maksimal Rp8 miliar.

Dengan dibekuknya TF, Polres Solo terhitung telah menangkap para aktor-aktor narkoba melebihi target Polda Jawa Tengah. “Polda menargetkan setidaknya menangkap 9 orang antara lain 1 bandar, 2 pengedar dan 6 pengguna. Sedangkan saat ini yang telah dibekuk petugas Polres ada 11 tersangka,” papar Kapolres.

Temuan tersebut tentu saja menunjukkan bahwa Kota Solo menjadi wilayah potensial bagi para Bandar narkoba. “Untuk itu kami imbau masyarakat berhati-hati. Pemberantasan narkoba di wilayah Kota Solo harus dilakukan secara tuntas,” pungkas dia.


(SAN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NARKOBA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017