Warga Pilih Jarang Mandi demi Bisa Minum dan Masak

Rhobi Shani - 13 September 2017 13:54 wib
Warga Desa Kedungmalang, Jepara, Jawa Tengah, mengantre air bersih. Foto: MTVN/Rhobi Shani
Warga Desa Kedungmalang, Jepara, Jawa Tengah, mengantre air bersih. Foto: MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Sejak dua pekan terakhir warga Desa Kedungmalang Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, membatasi diri untuk mandi. Paling tidak dua hari sekali. Mereka sengaja mengirit air bersih, demi bisa minum dan memasak tiap hari.

Warga hanya bergantung pada kiriman air bersih dari pemerintah. Sebab, satu-satunya sumber air bersih warga dari PDAM tak lagi mengalir. Sementara sumur warga berair asin saat musim kemarau.

“Untuk makan dan minum mengandalkan bantuan. Kalau mandi dan mencuci ke rumah saudara, tapi ya tidak setiap hari,” ujar Khayatun Nissa, warga Desa Kedungmalang, Jepara, Rabu 13 September 2017.

Setiap kali air dipasok dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Khayatun bisa mengumpulkan lima jeriken air bersih masing-masing berukuran 20 liter. Air tersebut hanya dipakainya untuk minum dan masak.

(Baca: Kekeringan di Jepara Meluas)

Paimatun, warga lainnya, mengungkapkan hal senada. Dia membutuhkan air 150 liter untuk memasak dan minum dalam sepekan. Air tersebut seluruhnya berasal dari bantuan pemerintah.

Jika digunakan untuk mandi, maka air 150 liter tersebut hanya cukup untuk tiga hari.   “Sementara ya, memang tidak mandi,” tandas Paimatun.

Perangkat Desa Kedungmalang Muhammad Khamim mengungkapkan, sebanyak 180 kepala keluarga di desanya terdampak kekeringan. Air bersih dipasok dari BPBD dan PDAM Jepara. Dia mengakui bahwa kekeringan di musim kemarau kali ini lebih parah dibanding tahun lalu.

“Kelihatannya kalau dibanding tahun lalu, tahun ini lebih parah,” terang Khamim.
 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMARAU DAN KEKERINGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017