Cantrang tak Bisa Tangkap Ikan di Laut Selatan Yogyakarta

Patricia Vicka - 09 Januari 2018 19:29 wib
Grafis cantrang, sumber: KKP
Grafis cantrang, sumber: KKP

Yogyakarta: Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memastikan pelarangan penggunaan cantrang tidak mendapat penolakan dari nelayan. Pemkab juga tak menemukan nelayan yang menggunakan cantrang dalam kegiatan penangkapan ikan. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulonprogo DIY, Sudarna menjelaskan nelayan di Kulonprogo sejak dulu tidak menggunakan cantrang saat menjaring ikan.

"Sepengawasan kami memang tidak ada yang pakai cantrang dari dulu. Salah satu penyebabnya karena pantai selatan dalam dan curam," kata Sudarna melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa 9 Januari 2018.

Ia melanjutkan cantrang tidak cocok dipakai di perairan laut selatan dan tidak sesuai budaya nelayan di wilayahnya. Menurutnya cantrang lebih cocok dipakai dilaut yang tidak terlalu dalam dan bisa dilalui kapal besar berkapasitas gross ton. Selain itu dibutuhkan biaya yang besar untuk bisa menangkap ikan dengan menggunakan cantrang/crawl.

Sementara di Kulonprogo, hampir semua nelayan berlayar menggunakan cara tradisional dan menggunakan kapal kecil seperti kapal kayu dan perahu motor tempel (PMT). Selain itu modal para nelayan juga terbatas dan tidak ada pengusaha atau investor yang mau membiayai pembelian kapal besar.

"Nelayan disini tangkap ikan juga pakai alat sederhana seperti jaring, pancing dan gillnet,"jelasnya.

Namun pihaknya tetap melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk tidak menggunakan cantrang dan tetap melakukan pengawasan.

Hingga kini tercatat ada 710 nelayan yang mencari ikan diperairan selatan di Kulon Progo. Para nelayan tersebut paling banyak mencari ikan di wilayah Karangwuni. 

Dalam sehari, rata-rata nelayan bisa mendapatkan ikan sebanyak 15 kilo per satu perahu. Hasil laut yang didapatkan seperti ikan Bawal, Lobster, keong laut, cumi-cumi, tongkol dan Ikan Layur.

Satu suara, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)  Kabupaten Gunungkidul menegaskan tak menemukan nelayan yang masih menggunakan cantrang. Sama seperti Kulonprogo, kondisi geografis dan budaya setenpat membuat nelayan sedari dulu tak menggunakan cantrang saat menangkap ikan.

"Nelayan Gunung Kidul tidak ada dan tidak akan pernah menggunakan cantrang," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)  Kabupaten Gunungkidul Agus Priyanto.

Nelayanpun menangkap ikan masih menggunakan alat tradisional seperti jaring, pancing, dan gillnet. Dalam setahun, hasil tangkapan ikan di Gunung Kidul rata-rata mencapai 3.400 ton per tahun


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG CANTRANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-04-2018