Nelayan Kendal Tak Pakai Cantrang

Iswahyudi - 12 Januari 2018 15:49 wib
 Nelayang Bandengan, Kendal, kebanyakan menggunakan kapal kecil dan tidak menggunakan cantrang kala menangkap ikan. Foto: Medcom.id/Iswahyudi
Nelayang Bandengan, Kendal, kebanyakan menggunakan kapal kecil dan tidak menggunakan cantrang kala menangkap ikan. Foto: Medcom.id/Iswahyudi

Kendal: Nelayan di Kabupaten Kendal sepakat jika penggunaan cantrang dilarang. Nalayan Kabupaten Kendal menilai cantrang merusak alam dan mematikan rezeki nelayan lain.

Cantrang merusak  ekosistem laut karena jenis alat tangkap ini tak pandang bulu dalam mengeruk hasil laut. Ikan kecil ikut terjaring, sehingga tak ada lagi makanan untuk ikan ukuran lebih besar. Selain itu, nelayan yang menggunakan jaring biasa tidak bisa mendapatkan  ikan.

Hal ini diamini Tarmuji, seorang nelayan asal Bandengan, Kendal. "Saya setuju tidak menggunakan  cantrang. Sebab, nelayan kecil  seperti saya tidak  kebagian ikan. Kalau pakai cantrang semua jenis  ikan bisa masuk jaring" kata Tarmuji, Jumat, 12 Januari 2017

Dia juga mengatakan nelayan di Kabupaten kendal  tidak ada yang menggunakan cantrang. Karena kapal  yang  digunakan juga berukuran kecil, sehingga tidak ada masalah jika pemerintah melarang cantrang.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Kendal Zaenal abidin mengakui tidak ada nelayan Kebupaten Kendal  yang menggunakan  cantrang. Sejumlah nelayan menggunakan jaring pukat harimau, namun jumlahnya tak sebeberapa.

Larangan penggunaan cantrang itu tertuang dalam surat Edaran Nomor 72/MEN-KP/II/2016 tentang Pembatasan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Cantrang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Indonesia (WPPNRI).

KKP juga telah mengundangkan Permen Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di WPPNRI. Alat tangkap tersebut termasuk dinilai dapat merusak habitat ikan.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG CANTRANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-04-2018