DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

BPJS Kesehatan Diminta 'Bagi-bagi' Pasien

Budi Arista Romadhoni - 11 Oktober 2018 20:54 wib
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono, Medcom.id - Budi Arista
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono, Medcom.id - Budi Arista

Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jawa Tengah, meminta BPJS Kesehatan segera menerbitkan aturan daya tampung maksimal pasien peserta layanan tersebut. Tujuannya agar penyebaran pasien merata dilayani di seluruh rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono mengatakan sedianya aturan BPJS Kesehatan menyebutkan batas maksimal jumlah pasien di satu rumah sakit rujukan yaitu 70 persen. Artinya pasien bisa dilimpahkan ke rumah sakit lain bila tipe D sudah mencapai daya tampung sebanyak 70 persen. 

Menurut aturan itu, kata Widoyono, bila jumlah pasien melebihi 70 persen dari daya tampung rumah sakit tipe D, maka pasien-pasien bisa dilimpahkan ke rumah sakit lain.

"Aturan itu berdampak pada RS tipe B. Sejak aturan rujukan berjenjang di lakukan, maka RS tipe B berada di urutan empat setelah puskesmas dan klinik, RS tipe D, serta RS tipe C," ujar Widoyono di Semarang, Kamis, 11 Oktober 2018.

Sebenarnya, lanjut Widoyono, rujukan berjenjang tepat dilakukan. Dulu, pasien sakit batuk dan pilek langsung ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi yang berstatus tipe B. Sejak aturan berlaku, pasien pun harus melakukan pengobatan di rumah sakit tipe D terlebih dulu. 

Tapi, kata Widoyono, aturan itu membuat warga bingung. Sebab, penumpukan jumlah pasien berpotensi terjadi di RS tipe D. Sementara jumlah pasien di RS tipe B dan C menurun.

Widoyono mengusulkan penurunan batas maksimal hanya 50 persen. Sehingga pemerataan pasien lebih terealisasi.

"Seperti tipe D minimum punya dua spesialis, dan C empat spesialis, karena kata-katanya minimal, rumah sakit bisa menambah. Dengan aturan di BPJS ini menjadi kacau, kalau di D atau C bisa kenapa harus ke B. Jadinya kan rumah sakit tipe B ini kan cuma jadi limpahan dari RS tipe C, sehingga pasiennya turun," terangnya. 

Ia meminta, pelayanan rumah sakit tipe D dan C juga harus dibatasi. Nantinya pasien bisa otomatis dirujuk ke Rumah sakit yang lebih baik. 

"Diberi kesempatan rumah sakit untuk menyiapkan diri, jangan mendadak. Dibatasi dong, apa bedanya nanti rumah sakit C dan B," tandasnya.



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BPJS KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018