Komisi I DPR Segera Panggil BIN

Pythag Kurniati - 17 Mei 2018 13:36 wib
 Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 17 Mei 2018. Medcom.id/Pythag Kurniati
Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 17 Mei 2018. Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Komisi I DPR memastikan segera memanggil Badan Intelijen Negara (BIN) dalam rapat koordinasi. Pemanggilan ini guna mengevaluasi deteksi dini intelijen menyusul serangkaian kasus teror bom di Jawa Timur dan serangan teror di Riau.

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari yakin kemampuan intelijen di Indonesia tidak perlu diragukan. "Saya kira kemampuan intelijen kita ini more than enough untuk mapping semua," ungkap Abdul Kharis usai menyaksikan pameran foto Tragedi Mei 1998 di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 17 Mei 2018.

BIN dipanggil untuk konfirmasi informasi yang didapat dan diberikan intelijen ke instansi lain. Abdul menyebut, dalam hal ini belum tentu pihak intelijen disebut kecolongan.

Tugas intelijen hanya memberikan informasi. Tindakan berikutnya adalah tugas pihak keamanan.

"Kita ingin tahu, apakah info awal tidak memadai. Atau sudah memadai tapi tidak ditindaklanjuti, nanti akan terungkap di rapat," tutur dia.

Serangkaian aksi teror terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Pada Minggu, 13 Mei 2018, bom meledak di tiga gereja di kota pahlawan. Ledakan ini menewaskan belasan orang sedangkan puluhan lainnya luka-luka.

Pada hari yang sama, ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Perakit bom dan dua anggota keluarganya tewas dalam kejadian tersebut. Teror berlanjut pada Senin, 14 Mei 2018. Pelaku bom bunuh diri menyerang Mapolrestabes Surabaya.

Pada Rabu, 16 Mei 2018, Mapolresta diserang. Satu polisi jadi korban, keempat terduga teroris tewas ditembak.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018