Umat Katolik Diminta Mampu Menahan Diri

Patricia Vicka - 11 Februari 2018 17:20 wib
Gereja St Lidwina Bedog Sleman DIY -- MI/Ardi
Gereja St Lidwina Bedog Sleman DIY -- MI/Ardi

Yogyakarta: Keuskupan Agung Semarang (KAS) berharap penyerangan di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog, Paroki Kumetiran, Sleman, Yogyakarta diusut tuntas. Umat Katolik diminta mampu menahan diri dan tak membesar-besarkan masalah ini.

"Semua harap tenang dan tak perlu dibesar-besarkan, supaya tidak mudah diadu domba," kata Uskup Agung KAS Mgr Ruby di Yogyakarta, Minggu, 11 Februari 2018.

Kepolisian dan pemerintah diharapkan segera mengusut tuntas motif penyerangan dan latar belakang pelaku. "Bawa pelaku ke muka pengadilan agar mendapat hukuman yang setimpal," tambah Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian KAS Rm. Endra Wijayanto.

(Baca: Penyerangan Gereja St Lidwina Mencederai Kebersamaan)

Endra juga meminta aparat memberi perlindungan kepada segenap umat Stasi Bedog untuk dapat menjalankan ibadah. Mereka ingin kembali beribadah tanpa gangguan, baik dalam gereja maupun di lingkungan sekitar gereja.

"Dalam UUD 45 ada jaminan perlindungan yang sama dalam kebebasan beragama dan beribadah dan perlindungan hak-hak asasi manusia manusia, serta hak-hak dasar sebagai warga negara Republik Indonesia tanpa kecuali," tutur Endra.

Terakhir, KAS meminta polisi proaktif dan bertindak tegas mengantisipasi gangguan keamanan yang terjadi. Sehingga, kasus serupa tidak terulang di tempat lain.

(Baca: Polda DIY Janji Usut Tuntas Kasus Penyerangan Gereja St Lidwina)

Sebelumnya, Suliono melakukan tindak kekerasan saat proses ibadah di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog. Pelaku diketahui warga Banyuwangi, Jawa Timur.

Romo Karl Edmund Prier yang memimpin peribadatan mengalami luka bacok. Selain itu, tiga jemaat lainnya juga mengalami luka dan saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.

 


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYERANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018