DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Santri Tegal Korban Keracunan Makanan jadi Delapan Orang

Kuntoro Tayubi - 08 Maret 2018 17:38 wib
Santri Ponpes Kawit An-Nur Slawi korban keracunan dirawat di RSUD dr Soesilo, Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Santri Ponpes Kawit An-Nur Slawi korban keracunan dirawat di RSUD dr Soesilo, Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Tegal: Lima santri asal Pondok Pesantren Kawit An-Nur Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah,  yang diduga keracunan takjil terpaksa dirujuk ke RSUD dr Soeselo Slawi, Kamis, 8 Maret 2018. Total korban yang dirawat inap bertambah menjadi delapan orang.

"Ada delapan santri yang dirawat di sini (RSUD dr Soeselo). Tapi yang satu sudah pulang dijemput oleh keluarganya. Kabarnya mau dirawat di salah satu rumah sakit di Pemalang. Karena mereka warga Randu Dongkal," kata Kasubag Umum dan Humas RSUD dr Soeselo Slawi, Darmawan, di kantornya.

Ia menjelaskan ketujuh santri itu dirawat di ruang yang berbeda. Tiga orang di ruang Dahlia, tiga orang lagi di ruang Kemuning, dan satu orang masih dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

Salah satu orang tua santri, Siti Fatriah, 43, mengaku baru tahu kalau anaknya mengalami keracunan pada Rabu, 7 Maret, pagi. Dia mendapat kabar dari pengurus ponpes. Tanpa menunggu lama, ia langsung menuju ke rumah sakit.

"Awalnya saya panik karena anak saya dirawat di rumah sakit. Saya tidak tahu kenapa sampai keracunan begini," kata ibu dari Muh Hendiyanto, saat ditemui di RSUD dr Soeselo, Slawi.

(Baca: Puluhan Santri di Tegal Keracunan)

Sebanyak 38 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Kawit An-Nur Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, mendadak mengeluh kepala pusing, perut mual, dan diare. Diduga, para santri berusia 15-17 tahun itu keracunan minuman. Peristiwa ini diketahui pada Selasa, 6 Maret, sekitar pukul 21.00 WIB.

Dugaan keracunan itu bermula saat para santri buka puasa bersama pada Senin, 5 Maret, sore. Untuk membatalkan puasa, biasanya ponpes tersebut menyediakan air teh hangat.

Namun, tanpa diketahui pengurus dan pengasuh ponpes, para santri telah meramu minuman sendiri yakni es kelapa muda, minuman serbuk saset, dan jeruk bali. Ketiga minuman itu dicampur jadi satu di sebuah baskom, kemudian diminum oleh para santri.

(Baca: Polisi Selidiki Penyebab Puluhan Santri Keracunan di Tegal)

Berikut daftar korban rawat inap santri Ponpes Kawit An-Nur yang diduga keracunan:

1. Angga Riyanto, 17, warga RT01 RW06 Desa Salapura Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal,
2. Ade Nur Fiqih, 17, warga RT05 RW05 Desa Balamoa Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal,
3. Muh Hermanto warga RT01 RW04 Desa Wringin Jenggot Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal,
4. Muh Ismail, 17, warga RT09 RW03 Desa Kebasen Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal,
5. Candra Ramadan,17, warga RT09 RW03 Desa Kebasen Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal,
6. Muh Jafarudin, 18, warga RT26 RW03 Desa Keboledan Kecamatan Wanasari, Brebes,
7. Muh Hendiyanto, 18, warga RT03 RW01 warga Desa Kedungtukang Kecamatan Jatibarang, Brebes,
8. Ahmad Farurozi, 17, warga RT31 RW03 Randudongkal, Pemalang.

 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KERACUNAN MAKANAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 10-12-2018