Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Polisi Selidiki Penyebab Puluhan Santri Keracunan di Tegal

Kuntoro Tayubi - 08 Maret 2018 15:15 wib
 Puluhan santri masih menjalani perawatan akibat keracunan masal di Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Puluhan santri masih menjalani perawatan akibat keracunan masal di Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Tegal: Kepolisan masih belum bisa memastikan para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Kawit An-Nur Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ini keracunan atau tidak. Sebab, sisa minuman yang dikonsumsi para santri masih dalam pemeriksaan.

"Kami masih selidiki penyebabnya. Hasil laboratorium hasil pemeriksaan sampel makanan dan minuman akan keluar tiga hari lagi," kata Kapolres Tegal, AKBP Heru Sutopo, saat memantau para korban keracunan, Kamis, 8 Maret 2018, di Ponpes Kawit An-Nur.

Saat ini, pihaknya ia sedang mengobservasi terhadap santri yang kondisi racunnya masih ringan. Sementara yang kondisinya sedang dilakukan rehidrasi dan infus. Untuk kesembuhan para santri, Dinas Kesehatan setempat sudah membuat posko di lokasi.

"Diduga para korban keracunan setelah menyantap minuman yang ada bakterinya. Tapi semua sudah ditangani dengan baik oleh Dinas Kesehatan dan dokes dari polres. Kami duga ini tidak ada unsur kesengajaan atau pidana," kata Heru.

Baca: Puluhan Santri di Tegal Keracunan

Puluhan santri Pondok Pesantren Putra Kawit An-nur, Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, keracunan usai memakan takjil Senin, 5 Maret 2018, petang. Saat ini 38 santri harus menjalani perawatan medis. 

Adanya informasi keracunan tersebut baru diketahui keesokan harinya. Santri mengeluh mual hingga muntah. Pihak pesantren kemudian melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes yang kemudian diberi infus. 

Sebanyak 38 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Kawit An-Nur Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, mendadak mengeluh kepala pusing, perut mual, dan diare. Diduga, 38 santri yang berusia sekitar 15-17 tahun itu keracunan minuman. Peristiwa ini diketahui pada Selasa, 6 Maret, sekitar pukul 21.00 WIB.

Pembina Yayasan Kawit An-Nur Slawi, Kasriyanto, memerinci santri yang diduga keracunan ringan 8 anak, keracunan sedang 27 anak, dan yang dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi 3 anak. Saat ini, santri yang kondisinya ringan dan sedang dalam perawatan tim kesehatan yang dipusatkan di lantai 2 Masjid An-Nur.

“Tim kesehatan memberikan pengobatan dan infus darurat. Kami sudah memberitahu kepada orang tua para santri. Minumannya sudah kami bawa ke lab di Semarang, hasilnya belum bisa diketahui,” pungkasnya.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KERACUNAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 19-06-2018