DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemprov Jateng Genjot Pertumbuhan UKM

Budi Arista Romadhoni - 15 April 2018 11:45 wib
 Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah,  Ema Rachmawati. (Medcom.id/Budi Arista R)
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati. (Medcom.id/Budi Arista R)

Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot pertumbuhan pelaku usaha kecil dan mikro (UKM) di Jawa Tengah. 

Hal tersebut dilakukan karena ada perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu mengarahkan pada pembiayaan pemerintah kepada setiap pelaku usaha mulai 2019.

"Target kami di 2019 nanti akan ada pertumbuhan UKM yang sangat signifikan. Sebab, sesuai RPJMD yang baru, sudah ada aturan dukungan pembiayaan pemerintah untuk permodalan UKM," Kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati, di Semarang, Minggu 15 April 2018. 

Ema mengaku, ambisius untuk mencetak pelaku UKM dengan kualitas terbaik. Dirinya ingin dalam waktu enam bulan, di satu kecamatan terdapat penambahan 30 UKM.

"Dengan begitu, perekonomian daerah bisa didorong terus-menerus," terangnya.

Dia mengungkapkan, tahun depan pihaknya akan memfasilitasi permodalan bagi para UKM yang sudah mengantongi surat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

Ia berharap, pemberian fasilitasi permodalan bisa memacu semangat UKM untuk mendaftarkan produknya ke kantor kecamatan mulai dari identitas pelaku usaha hingga nomor kontaknya. 
Upaya tersebut dilakukan demi mendata ulang jumlah UKM yang ada di 35 kabupaten/kota.

Kemudian ia menjelaskan, jumlah UKM sampai April 2018 telah mencapai 67 ribu. Setiap harinya, tidak kurang 1.000 UKM yang mendaftar lewat kantor-kantor kecamatan terdekat.

"Pendaftar 90 persen di antaranya masih pelaku usaha mikro, sisanya usaha kecil. Maka inilah waktu yang tepat buat kami untuk memfasilitasi permodalan bagi mereka," ungkapnya.

Seperti Kota Semarang misalnya, ia mengaku dapat melihat pemberian fasilitasi UKM bagi mereka yang sudah berizin. Ada 6.000 lebih yang terdaftar Kota Semarang. Kemudian Kebumen yang melakukan hal serupa juga mampu mencetak 10 ribu UKM.

Di Jawa Tengah saat ini, terdapat UKM yang mampu menghasilkan produk-produk unggulan macam fesyen, makanan dan kerajinan tangan. Keberadaan mereka tersebar di semua daerah.

"Solo punya UKM batik dan kuliner, Banyumas punya UKM kuliner juga dan masih banyak lagi," terangnya. 

Ema pun bermaksud menggelar Culinary Festival 2018  untuk mendorong pelaku UKM. Dalam festival itu bakal menghadirkan 50 truk kuliner (food truck) yang memenuhi sepanjang jalan Kota Lama Semarang. 

"Acaranya nanti pada 20-22 April 2018. Culinary Festival ini nanti memperkenalkan berbagai macam masakan nusantara, membuka kesempatan bagi para pedagang yang menjual makanan, Yang tak kalah pentingnya adalah, sebagai wadah promosi bagi para pegiat UKM," tutur dia. 


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG UMKM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018