DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Guru Honorer Harap Pemerintah tak Basa-basi

Ahmad Mustaqim - 09 Februari 2018 16:53 wib
Ilustrasi pendidikan, Medcom - Rakhmat Riyandi
Ilustrasi pendidikan, Medcom - Rakhmat Riyandi

Gunungkidul: Bayu Prihartanto menjadi guru honorer sejak 2006. Meski sudah 12 tahun berkecimpung di dunia pendidikan, Bayu menerima gaji rendah. Lantaran itu, ia berharap pemerintah tak sekadar basa basi menetapkan guru honorer sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Bayu mengajar di SDN IV Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Di awal menjadi guru, ia mendapat gaji Rp60 ribu per bulan.

Kondisi membaik pada 2010, Bayu menerima gaji Rp150 ribu per bulan. Lalu pada 2017, gajinya naik menjadi Rp400 ribu per bulan dengan masa mengabdi 12 tahun.

"Sampai sekarang saya masih dapat gaji Rp400 ribu per bulan," ujar Bayu di Gunungkidul, Jumat, 9 Februari 2018.

Ia mendapatkan penghasilan lain dengan cara bekerja sambilan, termasuk berdagang. Ia juga rela bertahan meski gaji rendah agar ia bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat dari bangku perguruan tinggi.

Bayu mengaku mendapat informasi mengenai rencana pemerintah mengangkat ribuan guru honorer menjadi ASN. Bayu berharap rencana itu bukan basa basi.

"Kasihan belasan tahun bertahan dengan gaji rata-rata Rp300 ribu-Rp500 ribu, tetapi adanya benturan aturan kadang menjegal langkah honorer yang tua-tua," kata Bayu.

Di SD N IV Wonosari, tak hanya Bayu yang merasakan demikian. Sebab, ada tiga guru honorer dan dua tenaga tenaga non guru di sekolah itu. 

Suparmi, yang juga guru honorer di sekolah itu, berharap pemerintah tak hanya mengumbar janji. Ia mengatakan banyak guru di daerah harus berjuang keras untuk bertahan hidup dan bisa mengajar anak didiknya. 

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan belum ada informasi resmi dari pemerintah pusat soal wacana pengangkatan guru honorer. Pihaknya akan segera bertindak jika aturan dan instruksi sudah turun. 

"(Pemerintah) pusat sedang rumuskan kebijakan hal tersebut. Kita tunggu," ujar Bahron. 



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GURU
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018