Laporan tak Menyenangkan Terkait Pembangunan Bandara Kulonprogo Diinvestigasi

Ahmad Mustaqim - 09 Januari 2018 13:46 wib
Sebuah alat berat beroperasi di sekitar lahan pembangunan Bandara NYIA di Kulonprogo, DIY, Selasa, 9 Januari 2018, Medcom.id - Ahmad Mustaqim
Sebuah alat berat beroperasi di sekitar lahan pembangunan Bandara NYIA di Kulonprogo, DIY, Selasa, 9 Januari 2018, Medcom.id - Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima laporan dari warga terkait pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. Beberapa warga melaporkan kasus pencongkelan pintu dan jendela, serta pemutusan aliran listrik mendadak pada 27 November 2017.

Kepala ORI Perwakilan DIY Budhi Masturi tengah menginvestigasi laporan tersebut. Petugas menggali informasi data dari warga, kepolisian, PT Angkasa Pura sebagai pengelola NYIA, dan perusahaan rekanan.

"Draft laporan setebal 40-an halaman sedang dalam proses review. Ini untuk finalisasi," kata Budhi saat dihubungi pada Selasa, 9 Januari 2018. 

Budhi mengatakan laporan sudah hampir selesai. Ia menargetkan laporan paling lambat sudah diberikan kepada PT Angkasa Pura I pada 15 Januari 2018. 

"Target paling lambat sudah bisa kita serahkan tanggal 15 Januari 2018. Semoga tidak mundur," katanya. 

Di tengah langkah ombudsman yang belum rampung, proses pengosongan lahan secara paksa terus dilakukan. Padahal Ombudsman merekomendasikan PT Angkasa Pura I menghentikan sementara proses pengosongan lahan. 

Heronimus Heron, aktivitis pendampingan warga, mengatakan kericuhan terjadi saat proses pengosongan lahan. Seorang warga terpaksa dibawa ke rumah sakit.

Kericuhan terjadi saat warga bersama relawan menghalangi alat berat yang kemudian menghancurkan ladang pertanian berikut tanamannya, dan pepohonan warga terdampak. Kontak fisik tak terhindarkan dan terjadi kekerasan. Seorang warga sempat mendapat kekerasan dari aparat yang tergeletak di tanah dan kemudian diselamatkan.

Kabag Ops Polres Kulonprogo Progo Kompol Sudarmawan mengatakan, pengawalan pengosongan lahan terdampak proyek bandara dilakukan pasukanbgabungan dengan jumlah dari kepolisian sebanyak 143 petugas dan 15 dari TNI. 

Ia mengklaim tak ada kekerasan dalam proses pengosongan itu. "Tidak ada pemukulan, kami hanya mendorong, menarik saja agar supaya terlindungi," ucapnya. 

Pengosongan lahan di Desa Glagah dan Palihan masih berlanjut hari ini Selasa, 9 Januari 2018. Setidaknya, PT Angkasa Pura menarget penyelesaian proses pengosongan lahan sebanyak 16 bidang dalam pekan ini. 

Project Manajer Bandara NYIA, R. Sujiastono meminta warga yang mengurus ganti rugi segera mengambil di Pengadilan Negeri Wates, Kulon Progo. Ganti rugi lahan warga terdampak bisa diambil untuk yang telah dikonsinyasikan. 

Ia juga mengimbau agar warga yang masih menghuni rumah di lahan terdampak untuk segera meninggalkan lokasi. "Proyek pembangunan bandara mau tidak mau harus berjalan terus," katanya. 



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANDARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-04-2018