Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp RP2.681.945.402 (22 JULI 2018)

Nelayan Kabupaten Tegal Bantah Dukung Larangan Cantrang

Kuntoro Tayubi - 09 Januari 2018 14:27 wib
Nelayan di Tegal berorasi menolak larangan cantrang, Senin, 8 Januari 2018. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Nelayan di Tegal berorasi menolak larangan cantrang, Senin, 8 Januari 2018. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Tegal: Tokoh nelayan Tegal Tambari Gustam membantah pernyataan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menyebut 600 nelayan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mendukung larangan cantrang. Mereka hanya menolak jaring arad.

"Ada kesalahpahaman antara jaring cantrang dengan jaring arad," ujar Tambari saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 9 Januari 2018.

Tambari menjelaskan, nelayan Munjung Agung, Kabupaten Tegal, biasa memasang jaring kejer yang membentang dari darat ke laut atau dari selatan ditarik ke utara. Sedangkan, nelayan arad Muarareja, Kota Tegal, menebar jaringnya lalu menariknya dari barat ke timur atau sebaliknya.

Akibatnya, jaring nelayan arad menyangkut ke jaring kejer bila ditebar terlalu ke tepi pantai. "Alasan inilah yang menjadikan nelayan kejer Kabupaten Tegal menolak jaring arad Kota Tegal. Bukan menolak jaring cantrang," tegas Tambari.

Lagi pula, lanjut Tambari, wilayah penangkapan kapal cantrang bukan di Laut Jawa. tapi di sekitar Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Jadi tidak pernah ada konflik antara nelayan cantrang Kabupaten Tegal dengan nelayan cantrang Kota Tegal.

Apalagi, banyak nelayan Kabupaten Tegal yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal cantrang milik warga Kota Tegal.

"Yang ada, konflik antara nelayan kejer Kabupaten Tegal dengan nelayan arad Kota Tegal," kata Tambari yang mendukung larangan jaring arad karena mirip jaring trawl mini.

(Baca Larangan Cantrang Dianggap Membuat Ribuan Nelayan Menganggur)

Ribuan nelayan berunjuk rasa menolak aturan larangan menggunakan cantrang, Senin, 8 Januari 2018, di jalan lingkar utara (jalingkut) Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah. Mereka berorasi sambil menutup jalan dengan membakar ban bekas.

"Larangan cantrang membuat 53 ribu nelayan menganggur. Mereka terdiri dari para anak buah kapal, dan buruh pengolahan ikan," tokoh nelayan Kota Tegal, Hadi Santoso.  

Ia menjelaskan di Kota Tegal ada 600 kapal cantrang yang menyerap sekitar 20 ABK perkapal. Artinya akan ada 12 ribu ABK yang akan menganggur.

 
 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG CANTRANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018