Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Tito Sebut Perusak Rumah Ibadah Kelompok Takfiri

Ahmad Mustaqim - 12 Maret 2018 10:16 wib
 Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian. (MI/MOHAMAD IRFAN)
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian. (MI/MOHAMAD IRFAN)

Bantul: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut mengetahui jaringan orang yang merusak tempat ibadah di Indonesia. Jaringan tersebut mengarah ke kelompok berpaham radikal. 

"Ini terkait paham takfiri. Paham ini diusung ISIS," ujar Tito di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Minggu, 11 Maret 2018. 

Ia menuturkan, kelompok penganut takfiri tak hanya meneror ke yang berbeda agama tapi juga yang sepaham. Ia menerangkan sejumlah contoh kejadian yang diperkirakan memiliki korelasi. 

"Bukan hanya non Islam, tapi sesama muslim yang tak sepaham. Contoh kasus ada penyerangan masjid di Cirebon pada 2011 saat salat Jumat. Logikanya, masa muslim menyerang salat Jumat di masjid," ujarnya. 

Ia menegaskan jika jaringan itu merupakan kelompok ISIS. Selama konflik di negara-negara timur tengah belum usai, menurut Tito, Indonesia menjadi pihak yang ikut terkena dampak. 

"Mereka (jaringan kelompok radikal) langsung secara online belajar cara membuat bom, menyerang dan lain-lain. Ini bukan pertama. Tahun lalu kasus juga di Sumatera Utara," jelasnya. 

Ia menambahkan, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berusaha ikut aktif menyelesaikan masalah di timur tengah. Dia menaksir Afganistan sebagai pusatnya. 

"Tentu dinegosiasikan. Jika Afganistan aman, Iraq tenang, Syiria tenang, (Indonesia) aman," cetusnya. 


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 23-06-2018