DPRD Tegal Desak Pengembang Tol Perbaiki Jalan Rusak

Kuntoro Tayubi - 13 September 2017 16:55 wib
Sejumlah kendaraan melintas di jalan terdampak proyek tol di Tegal, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi
Sejumlah kendaraan melintas di jalan terdampak proyek tol di Tegal, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Tegal: Komisi III DPRD Kabupaten Tegal mendesak PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek jalan Tol Trans Jawa segera memperbaiki sejumlah ruas jalan di Kabupaten Tegal. Sejauh ini, janji yang pernah ditandatangani PT Waskita Karya dengan Pemkab Tegal melalui kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) belum direalisasi.

"Padahal sudah MoU dan akan memperbaiki jalan yang rusak," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal M. Khuzaeni di Tegal, Jawa Tengah, Rabu 13 September 2017.

Khuzaeni mengatakan, janji PT Waskita Karya di antaranya memperbaiki ruas jalan Margasari-Pagerbarang. Namun, meski pelaksanaan proyek jalan tol di seksi 2 sudah selesai, PT Waskita belum melakukan perbaikan.

Padahal, kondisi jalan sudah rusak karena kerap dilewati dump truk pengangkut tanah uruk jalan tol. Khuzaeni berharap, PT Waskita tidak lupa dengan janji itu.

"Belum lama ini, kami (Komisi III DPRD) juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan PT Waskita Karya yang difasilitasi oleh DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Kabupaten Tegal," imbuh Khuzaeni.

Saat rakor, lanjut Khuzaeni, Komisi III meminta kepada PT Waskita Karya agar setiap kendaraan dump truk pengangkut tanah uruk jalan tol diberi stiker yang dilengkapi dengan nomor kontak atau call center. Tujuannya, apabila dump truk melaju ugal-ugalan di jalan raya, masyarakat dapat menegurnya dengan cara melayangkan SMS melalui nomor tersebut.

"Tapi, saran kami ini belum dilakukan PT Waskita. Padahal ini sangat penting sekali untuk keselamatan supir dan masyarakat sekitar," kata politikus dari Desa Yomani, Kecamatan Lebaksiu, ini.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tegal Nursidik menambahkan, ada beberapa ruas jalan di wilayah Kecamatan Adiwerna yang sudah rusak tapi belum diperbaiki. Kerusakan jalan itu imbas dari mobilitas dumptruk pengangkut tanah uruk jalan tol.

Diharapkan, PT Waskita segera memperbaiki jalan tersebut mengingat jalan itu merupakan akses perekonomian dan pendidikan warga setempat. "Yang paling parah (rusaknya) dari perempatan Singkil ke barat sampai Desa Gumalar. Panjangnya sekitar 1,5 kilometer," ungkapnya.

Selain di lokasi itu, lanjut Nursidik, ruas jalan Kedungsukun-Gumalar juga sudah banyak yang rusak akibat mobilitas dumptruk. Utamanya di bawah jembatan jalan tol yang sudah mulai amblas. Menurutnya, di bawah jembatan itu rawan banjir ketika musim hujan tiba.

"Di gorong-gorong (bawah jembatan) itu rusak sekali. Malah sekarang sudah amblas," kata politikus PDI Perjuangan yang berasal dari Desa Gumalar Kecamatan Adiwerna ini.

Humas PT Waskita Karya Narendra Aryo Bramastyo mengaku akan segera merealisasi semua aspirasi dari warga. Menurutnya, perbaikan jalan rusak akibat mobilitas dumptruk akan dilaksanakan setelah proyek jalan tol selesai. "Nanti akan kita perbaiki kalau sudah selesai jalan tol nya," ucapnya singkat.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG JALAN TOL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017