Petani Papua Curhat Sulitnya Cari Petani Muda ke Mentan

Patricia Vicka - 22 September 2017 19:39 wib
Marselubi (kemeja kuning), petani dari Papua mendapatkan sekeranjang buah-buahan usai curhat ke Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto: MTVN/Patricia Vicka
Marselubi (kemeja kuning), petani dari Papua mendapatkan sekeranjang buah-buahan usai curhat ke Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Marselubi, seorang petani dari Jaya Wijaya, Papua, curhat ke Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Marselubi meminta pemerintah khususnya Kementerian Pertanian untuk lebih memperhatikan pertanian di Papua.

"Alat pertanian untuk panen padi kami terbatas pak. Kami sulit menjual hasil panen. Kitorang (kita) jual padi pakai pesawat," tutur Marselubi sambil mengejar Mentan yang hendak naik ke atas mobilnya, Jumat 22 September 2017

Amran yang hendak naik ke mobilnya berhenti sejenak dan mendengarkan curhatannya. Entah apa yang diceritakan Marselubi ke Amran. Namun, Amran memberikan sekeranjang buah-buahan kepada Marselubi sebelum meninggalkan lokasi.

Kepada Metrotvnews.com, Marselubi, bercerita harga padi dan buah-buahan di Papua sangat tinggi. Sebab belum ada transportasi darat yang bisa mengantarkan keluar desa. Selain itu minat generasi muda menjadi petani semakin berkurang. Akibatnya jumlah petani di wilayah Jaya Wijaya menyusut drastis.

"Kami kesulitas dengan sumber daya manusia yang terbatas. Kitorang berharap pemerintah bisa kasih pelatihan dan sosialisasi pertanian modern ke petani di sana," kata pria yang  juga menjabat sebagai Ketua KTNA Jayawijaya, Papua.
 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERTANIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017