Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp RP2.681.945.402 (22 JULI 2018)

Warga Laporkan Kekerasan di Lokasi Pembangunan Bandara Kulon Progo

Ahmad Mustaqim - 10 Januari 2018 19:03 wib
Warga dan sejumlah aktivis yang mendapat tindak kekerasan saat lapor ke Polda DIY, Rabu, 10 Januari 2018, Medcom.id - Ahmad Mustaqim
Warga dan sejumlah aktivis yang mendapat tindak kekerasan saat lapor ke Polda DIY, Rabu, 10 Januari 2018, Medcom.id - Ahmad Mustaqim

Sleman: Warga Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama sejumlah aktivis melaporkan kekerasan yang terjadi dalam proses pembebasan lahan proyek bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Mereka yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) melaporkan kejadian itu ke Polda DIY pada Rabu, 10 Januari 2018.  

Warga yang melapor yakni Suyadi, warga Desa Palihan, Temon, bersama tiga aktivis bernama Heronimus, Rizky, dan Zaki. Didampingi empat kuasa hukum, mereka melaporkan kasus kekerasan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY. 

Seorang kuasa hukum, Teguh Purnomo, mengatakan pelaporan itu terkait kasus kekerasan yang dilakukan oknum aparat terhadap warga dan sejumlah aktivis di lokasi terdampak pembangunan bandara Kulon Progo. Mereka menyertakan berkas laporan dengan bukti luka di kepala, tangan, hingga bibir, berupa gambar dan video. 

"Pembebasan lahan proyek pembangunan bandara NYIA pada Senin dan Selasa (8-9 Januari 2018) terjadi kekerasan," kata Teguh saat mendampingi pelaporan di Polda DIY pada Rabu, 10 Januari 2018.

Dalam pelaporan itu, polisi langaung memeriksa warga maupun aktivis yang mendapat tindak kekerasan. Mereka sempat diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY. Laporan mereka tercatat dengan nomor STTLP/0018/1/2018/DIY/SPKT.

Teguh berharap Polda DIY bisa menindak tegas anggota kepolisian yang bertindak represif dan intimidasi warga. Menurut dia, ada bukti jelas anggota kepolisian melakukan tindak kekerasan dan melakukan provokasi. 

Ia juga mendesak Polda maupun Polres Kulon Progo menghentikan segala proses pembebasan lahan proyek pembangunan bandara yang disertai kekerasan. Menurutnya, ada sekitar 10 warga dan juga aktivis yang mengalami tindak kekerasan hingga luka. 

Sementara itu, Kepala Polres Kulon Progo, AKBP Irfan Rifai meminta maaf atas kejadian kekeraaan itu. Ia menyebut anggotanya yang melakukan kekerasan berinisial AN. AN merupakan anggota Sabhara Polres Kulon Progo berpangkat Bripda. "Yang bersangkutan sudah kita periksa," katanya. 

Ia menyatakan juga melakukan evaluasi tugas aparat dalam pengamanan pembebasan lahan pembangunan bandara NYIA. Namun, ia mengklaim kepolisian tak melakukan kekerasan selama pengamanan. 

Irfan juga mengatakan menegur keras AN akibat tindak kekerasannya. AN juga diperiksa internal untuk penjatuhan sanksi. "Ke depan tidak kita libatkan lagi di pembebasan lahan," kata dia. 


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEKERASAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018