Bupati Pekalongan Minta Pelayanan Darurat di RS tanpa Uang Muka

Kuntoro Tayubi - 11 September 2017 19:31 wib
Bupati Asip meninjau suasana perawatan pasien di rumah sakit Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)
Bupati Asip meninjau suasana perawatan pasien di rumah sakit Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menginstruksikan kepada seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Pekalongan, untuk mendahulukan penanganan pasien gawat darurat tanpa menarik uang muka terlebih dahulu.

"Saya sudah instruksikan kepada Dinas Kesehatan dan seluruh rumah sakit milik pemerintah, agar mendahulukan pelayanan pasien gawat darurat dulu. Masalah administrasi nanti belakangan," tegas Asip, saat meninjau pelayanan di RSUD Kajen, Senin, 11 September 2017.

Dikatakannya, selain rumah sakit milik pemerintah, pihak pemerintah Kabupaten Pekalongan juga bekerjasama dengan rumah sakit swasta yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, agar memberikan pelayanan maksimal kepada warga masyarakat.

"Pokoknya kalau ada yang sakit dan memiliki KTP Kabupaten Pekalongan, agar segera ditangani. Khususnya yang gawat darurat dan ibu hamil maupun ibu melahirkan," tambahnya.

Menurut Asip, apabila ada orang yang sakit dan kondisinya gawat atau kritis, tidak diperkenankan menarik uang muka. pasien harus segera ditangani terlebih dahulu terhadap keadaan kegawatdaruratan.

"Masalah biaya, nanti ditanggung oleh pemerintah, semuanya gratis. Asalkan memiliki BPJS, Jamkesda dan kartu kesehatan lainnya," tambahnya.

Asip juga memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan seluruh rumah sakit untuk mencarikan rumah sakit lain sebagai rujukan jika diperlukan. 

"Tidak hanya RSUD Kraton dan RSUD Kajen saja, tapi berlaku untuk semua rumah sakit. Pokoknya yang punya KTP Pekalongan, harus segera mendapatkan pelayanan," tandasnya.

Instruksi Bupati Pekalongan ini merupakan buntut dari kejadian yang menimpa bayi Debora yang meninggal di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres pada Minggu 3 September. Debora disebut tidak menerima penanganan medis karena kekurangan uang muka.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FASILITAS KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017