Selokan Mataram Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Ahmad Mustaqim - 13 September 2017 09:59 wib
Berbagai sampah berada di aliran Selokan Mataram di wilayah Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan -- MTVN/
Berbagai sampah berada di aliran Selokan Mataram di wilayah Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan -- MTVN/

Metrotvnews.com, Sleman: Saluran air terpanjang di Yogyakarta yang dikenal dengan Selokan Mataram, kini menjadi tempat pembuangan sampah. Berbagai macam sampah ada di selokan yang dibangun pada masa penjajahan Jepang itu.

Selokan Mataram yang dipenuhi sampah berada di kawasan Maguwoharjo dan Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan. Sampah rumah tangga dan plastik memenuhi selokan yang biasa digunakan irigasi pertanian ini.

Ahmad, petani Desa Purwomartani, mengatakan, banyak orang yang membuang sampah di Selokan Mataram. "Buang sampahnya biasanya malam atau dini hari," kata dia, Rabu 13 September 2017.

Menurut Ahmad, orang yang membuang sampah bukan warga di sekitar selokan. Biasanya, orang yang melintas selokan mengendarai sepeda motor atau mobil dan berhenti sejenak lalu membuang sampah.

"Hampir tiap hari sampah berserakan di Selokan Mataram. Tidak tahu juga sebenarnya warga mana yang membuang sampah," kata dia.

Sukardiono, warga Kadirojo II, menuturkan, berulang kali warga sekitar memasang pengumuman agar Selokan Mataram tak dijadikan tempat pembuangan sampah. Nyatanya, pengumuman itu tak diindahkan.

Selain sampah yang sengaja dibuang orang, sampah yang menumpuk di Selokan Mataram merupakan kiriman dari daerah lain. Mengingat Selokan Mataram ini mengalir dari Sungai Progo di Kulonprogo, melintasi Yogyakarta, hingga Sungai Opak di wilayah Sleman sisi timur.

Menurut Sukardiono, banyaknya sampah cukup mengganggu saluran irigasi pertanian. Sebab, sebagian sampah ada yang mengalir hingga lahan pertanian.

"Saat mengairi lahan, saya pernah kumpulkan ada satu keranjang besar sampah. Sampahnya bau sekali. Mungkin perlu ada sanksi bagi pembuang sampah biasa jadi efek jera," katanya.

Ia berharap, masyarakat sadar pentingnya menjaga kebersihan Selokan Mataram. Apalagi, selokan adalah salah satu elemen penting kehidupan petani di Yogyakarta.

Petugas Pengamat Selokan Mataram II Blai Besar Wilayah Serayu-Opak (BBWSO) Hari Subandriyo mengatakan, dirinya dan sejumlah petugas sudah beberapa kali membersihkan sampah di selokan. Tapi, tak semua sampah bisa dibersihkan karena banyak pula sampah kiriman.

Hari menjelaskan, pembuang sampah di selokan seringkali memanfaatkan situasi saat sepi. Saat itulah jadi `momen` paling tepat membuang sampah.

"Kita tak punya kewenangan buat menindak (pembuang sampah di Selokan Mataram). Kalau kalau lihat, ya langsung ditegur," katanya.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SAMPAH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017