DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

1.211 Senjata Tradisional Perkaya Museum Keris Solo

Pythag Kurniati - 14 Maret 2018 12:52 wib
Peti kayu dan boks plastik tempat ribuan senjata tradisional dari Kemendikbud dikemas. Peti2 tersebut tiba di Museum Keris, Kota Solo, Rabu, 14 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati
Peti kayu dan boks plastik tempat ribuan senjata tradisional dari Kemendikbud dikemas. Peti2 tersebut tiba di Museum Keris, Kota Solo, Rabu, 14 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Kota Solo menerima 1.211 senjata tradisional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Senjata tradisional berjenis keris, tombak dan pedang tersebut merupakan hasil sitaan bea cukai.

"Jadi ini barang sitaan yang akan dibawa keluar negeri," ungkap Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan (Disbud), Bambang MBS, di Solo, Rabu, 14 Maret 2018.

Atas inisiatif Mendikbud dan Wali Kota Surakarta, ribuan senjata tradisional itu akan mengisi Museum Keris Nusantara di Solo. Museum Keris Nusantara merupakan museum keris satu-satunya di Indonesia.

Pantauan Medcom.id, sebanyak 1.211 senjata tradisional dari Kemendikbud dibawa menggunakan jasa ekspedisi melalui jalur darat. Ribuan keris, tombak maupun pedang itu dikemas dalam enam kotak kayu dan dua boks plastik.

"Tiba di sini (Museum Keris) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat ini semuanya diletakkan di ruangan transit," beber dia.

Rencananya, kotak kayu serta boks plastik tersebut baru akan dibuka setelah hadirnya sejumlah saksi. Antara lain dari pihak tim cagar budaya Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kebudayaan dan tim kurator.

Usai dibuka, dilanjutkan dengan proses kurasi. Bambang memperkirakan proses kurasi membutuhkan waktu cukup lama.

"Biasanya untuk menentukan asalnya dan informasi-informasi lainnya, satu keris bisa memakan waktu tiga hingga empat jam," papar dia.

Sebanyak 1.211 senjata tersebut akan dipajang di Museum Keris Nusantara. "Tentu saja melalui pemilihan dan penggantian secara berkala. Supaya ada dinamika dan pengunjung museum tidak bosan," ujarnya.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MUSEUM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018