2018, Jateng Rawan Bencana

Budi Arista Romadhoni - 10 Januari 2018 17:27 wib
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dan Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana -- Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dan Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana -- Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

Semarang: Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut Jawa Tengah termasuk provinsi yang rawan bencana. Di antaranya adalah angin puting beliung, banjir, kebakaran, erupsi gunung, dan tanah longsor.

"Wilayah selatan Jawa Tengah rawan gempa bumi dan berpotensi tsunami. Sedangkan, wilayah tengah rawan longsor dan utara banjir rob," kata Sutopo Purwo Nugroho di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng di Semarang, Selasa, 9 Januari 2018.

Sutopo menambahkan, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2018. Sedangkan, pada Agustus-September 2018 adalah puncak kemarau.

"Jawa Tengah yang perlu diantisipasi adalah gempa berpotensi sunam. Tempatnya bisa kita identifikasi yaitu selatan Pulau Jawa. Tapi, kita tidak tahu kapan akan terjadi. Potensi gempa bisa 8,7 hingga 9 Skala Richter," jelasnya.

Data rekapitulasi bencana BPBD Jawa tengah mencatat, bencana pada 2017 meningkat 16,19 persen. Hal ini menujukan jika Jateng merupakan daerah rawan bencana.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana menambahkan, sempang 2017 terjadi 490 kali bencana puting beliung, 270 kali banjir, 600 kali kebakaran, 1 kali erupsi gunung berapi, 11 kali gempa bumi, dan 1.091 kali tanah longsor. "Kerugian akibat bencana mencapai Rp83 miliar. Korban meninggal dunia mencapai 61 jiwa," ucapnya.

Guna mengantisipasi bencana akibat curah hujan yang semakin tinggi pada 2018, BPBD Jateng melakukan pemetaan lokasi rawan longsor. "Kami sudah memetakan banjir dan tanah longsor 35 kabupaten dan kota. Ada 334 kecamatan rawan banjir dan 335 kecamatan rawan longsor," pungkasnya.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BENCANA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-01-2018