Sejumlah Pejabat Kota Tegal Diperiksa KPK

Kuntoro Tayubi - 12 September 2017 14:19 wib
Wali Kota Tegal nonaktif Siti Masitha Soeparno bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Wali Kota Tegal nonaktif Siti Masitha Soeparno bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Tegal: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 12 September 2017. Pemeriksaan tersebut terkait penangkapan Wali Kota nonaktif Siti Masitha Soeparno

Dari informasi yang dihimpun, pemeriksaan yang berlangsung tertutup dilakukan di Aula Gedung Bhayangkari, Tegal, sejak pukul 09.30 WIB. Pemeriksaan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Beberapa pejabat terlihat masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Beberapa di antaranya pejabat RSUD Kardinah Kota Tegal seperti Direktur RSUD Kardinah Abdal Hakim Tohari, Kepala Bidang Tata Usaha RSUD Zainal, dan Kepala Bagian Keuangan RSUD Umi.

Selain pejabat RSUD, juga tampak Kasatpol PP Kota Tegal, Yuswana dan pejabat Bagian Keuangan Daerah Kota Tegal, Heru. Saat ini, pemeriksaan masih berlangsung.

(Baca: KPK Geledah Dua Perusahaan Penyedia Alkes di Semarang)

KPK resmi menetapkan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno dan mantan Politikus Partai NasDem, Amir Mirza Hutagalung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah. Keduanya terjerat dalam tiga kasus dugaan korupsi.

Tiga kasus korupsi itu antara lain dugaan setoran bulanan dari Kepala Dinas (Kadis) dan rekanan proyek di lingkungan Pemkot Tegal. Kemudian, kasus dugaan korupsi penerimaan fee dari proyek-proyek di lingkungan Pemkot Tegal.

Terakhir ‎kasus dugaan korupsi pengelolaan dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah Tegal. Dalam kasus ini, KPK ikut menetapkan Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supriyanto sebagai tersangka.

Diduga kuat, dalam jangka waktu delapan bulan Siti Masitha dan Amir Mirza telah menerima total uang korupsi sebesar Rp5,1 Miliar dari kasus tiga rasuah tersebut. Uang rencananya akan digunakan untuk pembiayaan pemenangan pasangan Siti Masitha-Amir Mirza di Pilkada 2018.

(Baca: Siti Masitha 'Wariskan' Birokrasi nan Berantakan)

 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017