PN Sleman Sidang Gugatan Praperadilan Penetapan Mahasiswa Papua Jadi Tersangka

Ahmad Mustaqim - 22 Agustus 2016 14:57 wib
Proses persidangan gugatan praperadilan penetapan tersangka mahasiswa Papua, Obby Kogoya, MTVN - Ahmad Mustaqim
Proses persidangan gugatan praperadilan penetapan tersangka mahasiswa Papua, Obby Kogoya, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Sleman: Pengadilan Negeri Sleman, DI Yogyakarta, menggelar sidang perdana gugatan praperadilan penetapan mahasiswa Papua, Obby Kogoya, sebagai tersangka tindak pidana kekerasan. Polda menilai Obby melawan saat polisi mengepung Asrama Mahasiswa Papua Kamasan 1 Yogyakarta pada 15 Juli 2016.

Empat kuasa hukum mendampingi Obby dalam sidang. Mereka berasal dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.

Dalam persidangan yang dipimpin hakim tunggal Bagindo Rajoko Harahap, para pengacara LBH Yogyakarta membacakan materi gugatan praperadilan. Isi dari materi gugatan di antaranya peristiwa kekerasan yang menimpa Obby, penangkapan Obby bersama sejumlah mahasiswa Papua lain, serta penetapan Obby sebagai tersangka yang dinilai tidak sah.

"Dalam peristiwa itu, Obby Kogoya memperoleh tindak kekerasan dari aparat. Kepalanya diinjak, hidup dan mulutnya ditarik ke belakang," kata Sugiarto, salah satu pengacara. 

Penetapan tersangka Obby dianggap tidak sah karena tidak sesuai prosedur. Selain prosedur yang tidak sah, penatapan Obby sebagai tersangka tidak disertai dengan alat bukti yang cukup.

"Kiranya hakim yang mulia memutus dengan membatalkan status Obby sebagai tersangka. Kemudian, dapat dilakukan penyelidikan kembali sesuai proses keabsahan yang berlaku," kata dia.

Proses sidang praperadilan itu akan dilanjutkan Selasa 23 Agustus  dengan agenda jawaban dari Polda DIY. Sementara, sidang dengan agenda replik dan duplik akan digelar Rabu 24 Agustus.

Pengacara Polda DIY, Heru Nurcahya, enggan memberikan tanggapan langsung tentang materi gugatan yang disampaikan dihadapan majelis hakim. Ia mengatakan akan memberikan jawaban dalam persidangan lanjutan besok.

"Kami akan memberikan jawaban di persidangan besok. Kita mengikuti jadwal persidangan saja," kata dia.

Pada 15 Juli kemarin, Polda DIY menutup ruas jalan di depan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan. Penjagaan berkaitan dengan rencana mahasiswa Papua melakukan aksi demonstrasi di kawasan tersebut. Namun aksi urung dimulai. 

Baca: Polisi Bersiaga di Depan Asrama Mahasiswa Papua di Yogyakarta

Polisi kemudian menyisiri lingkungan sekitar asrama. Sedikitnya 10 pemuda asal Papua digelandang ke Polda DIY.  


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PAPUA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017