Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

Kejaksaan Cium Aroma Pemerasan di BPN Kota Semarang

Mustholih - 09 Maret 2018 19:23 wib
Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Kota Semarang menggeledah Kantor BPN Kota Semarang, Foto: Mustholih
Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Kota Semarang menggeledah Kantor BPN Kota Semarang, Foto: Mustholih

Semarang: Kejaksaan Negeri Kota Semarang mencium aroma pemerasan di balik kasus yang menjerat Kasubsi Pemeliharaan Data Pertanahan BPN Kota Semarang, Windari Rochmawati. Windari ditangkap tangan penyidik Kejaksaan saat menerima sejumlah amplop berisi uang Rp32,4 juta terkait pengurusan tanah di BPN Kota Semarang.

"Modusnya saya tidak tahu pasti, karena itu menyangkut materi perkara. Laporan ke saya ada unsur pemaksaan," kata Kepala Kejari Kota Semarang, Dwi Samudji, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 9 Maret 2018.

Menurut Dwi, saat ini penyidik masih memeriksa saksi-saksi. Hasilnya pemeriksaan Dwi tak mau bilang karena materi pemeriksaan bukan untuk konsumsi publik. 

"Itu tim penyidik yang lebih tahu. Saya tidak tahu hasil lengkap pemeriksaan," ungkap Dwi menegaskan.

Windari Rochmawati ditangkap tangan oleh penyidik Kejaksaan pada pukul 16.00 WIB, Senin, 5 Maret 2018. Dalam peristiwa itu, turut ditangkap pula, Kepala BPN Kota Semarang Sriyono, Kasubsi Pemeliharaan Data Pertanahan BPN Kota Semarang, Windari Rochmawati, dan dua pegawai honorer, Jimny dan Fahmi.

Hasil pengembangan kasus, ternyata uang yang dikumpulkan Windari jauh lebih banyak dari uang yang disita pada saat operasi penangkapan berlangsung. Kejari berhasil menemukan uang Rp600 juta dalam seratusan amplop dari Windari.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Windari ditetapkan sebagai tersangka dengan dikenakan Pasal 12 e dan Pasal 11 Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Dwi menerangkan uang yang diterima Windari, antara lain, berasal dari notaris.

"Uang dalam amplop itu kita duga berkaitan dengan pengurusan tanah di BPN Kota Semarang," ujar Dwi.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 18-06-2018