Jalan Raya Purwokerto-Tegal Terendam Banjir

Kuntoro Tayubi - 10 Februari 2018 11:09 wib
: Banjir menggenangi jalan utama dan pemukiman warga di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
: Banjir menggenangi jalan utama dan pemukiman warga di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Tegal: Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengakibatkan sejumlah kecamatan banjir di antaranya Kecamatan Slawi, Pangkah, Adiwerna, Tarub, Kramat, dan Dukuhwaru. Tak hanya menerjang permukiman, banjir pada Jumat, 9 Februari 2018, juga merendam ruas Jalan Raya Purwokerto-Tegal. 

Banjir menggenangi seluruh badan jalan di ruas Jalan Kalimati Adiwerna, dengan ketinggian sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Banjir yang mulai terjadi Jumat sore ini diperkirakan ketinggian air  akan semakin tinggi karena intensitas hujan yang terus meningkat.

Akibat banjir, arus lalu lintas dari arah Kota Tegal maupun sebaliknya tersendat di beberapa titik. Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil ada yang terpaksa mendorong kendaraannya yang mogok, karena menerobos banjir.

Salah seorang warga setempat Syarifudin mengatakan, baru kali ini ruas jalan tergenang banjir saat turun hujan deras. Ia memperkirakan banjir disebabkan saluran drainase yang tersumbat.

“‎Selain di ruas tersebut, banjir dengan ketinggian cukup tinggi juga terlihat di ruas jalan depan Pasar Banjaran,” katanya.


Banjir menggenangi jalan utama di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Kondisi banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Tegal ini, membuat keprihatinan anggota DPRD Kabupaten Tegal, Hartono Sosrodjojo. Ia menyayangkan, karena hampir di beberapa jalan yang baru dibuat drainasenya ternyata tidak berfungsi baik.

“Contoh di Jalan Mayjend Sutoyo, Slawi, belum lama dibuat drainase dengan beton U, tapi ternyata tidak berfungsi dengan baik. Bahkan hampir tidak mengurangi genangan air yang datang  setiap musim hujan,” ujarnya.

Ia menambahkan, di daerah Kudaile, Jalan Imam Bonjol, juga didapat genangan air. Padahal  drainase di Jalan Imam Bonjol belum lama dibuat, namun juga tak berfungsi. 

“Sepertinya Dinas terkait tidak pernah mengevaluasi dan membuat tata perencanaan pengelolaan limbah air yang lebih baik. Tidak ada alasan untuk tidak banjir selama penataan, perencanaan dan pengawasan dilakukan sebaik mungkin,” tambah Hartono.

Kabupaten Tegal, kata dia, memiliki Sungai Gung yang lebar dan cukup dalam sebagai penampung aliran anak-anak sungai yang ada sekitarnya. Masyarakat sangat berharap adanya keseriusan dalam pembangunan sarana drainase yang baik, sehingga musibah banjir dapat dihindari.



(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANJIR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 20-05-2018