DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Larangan Cadar Dicabut, Mahasiswi UIN Harap Diskriminasi Disetop

Ahmad Mustaqim - 11 Maret 2018 17:59 wib
(Ilustrasi) Seorang hakim menangguhkan hukum larangan bercadar bagi warga di Quebec, Kanada. (Foto: AFP).
(Ilustrasi) Seorang hakim menangguhkan hukum larangan bercadar bagi warga di Quebec, Kanada. (Foto: AFP).

Yogyakarta: Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi mencabut surat surat bernomor B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 tentang pendataan dan pembinaan mahasiswi bercadar. Surat larangan penggunaan cadar sempat mendapat respons pro-kontra dari sejumlah pihak.

Surat pencabutan itu dituangkan dalam surat bernomor  B-1679/Un.02/R/AK.00.3/03/2018 yang berisi perihal Pencabutan Surat tentang pembinaan Mahasiswi bercadar.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi universitas, pada Sabtu, 10 Maret 2018, surat tentang pembinaan mahasiswi bercadar dicabut demi menjaga iklim akademik yang kondusif," demikian bunyi isi surat yang ditandatangani Yudian Wahyudi pada 10 Maret 2018 itu.

Surat tersebut juga ditujukan kepada sejumlah pejabat dan lembaga kampus setempat. Mulai jajaran dekan, direktur pascasarjana, dan kepala unit/lembaga di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

(Baca: Larangan Cadar Bermula dari Foto HTI di Kampus)

Menyikapi hal itu, seorang mahasiswi bercadar, E, menyampaikan rasa syukur dan bahagia. Dengan begitu, ia akan tetap menggunakan cadar ketika beraktivitas di kampus.

"Teman-tema (mahasiswi bercadar UIN Sunan Kalijaga) semua menyambut surat ini dengan rasa syukur, bahagia karena akhirnya pembinaan itu di batalkan. Otomatis penggunaan cadar di UIN Suka (Sunan Kalijaga) diperbolehkan," ujarnya saat dihubungi Medcom.id pada Minggu, 11 Maret 2018.


Surat pembatalan tentang surat rektor UIN Sunan Kalijaga soal pendataan dan pembinaan mahasiswi bercadar. Foto: Istimewa

Ia berharap, mahasiswi bercadar bisa diterima dengan baik di lingkungan kampus, baik oleh para dosen, staf maupun mahasiswa lain. Selain itu, ia tak ingin buntut dari surat itu terjadi diskriminasi terhadap mahasiswi bercadar. Sebagai mahasiswa, kata dia, dirinya dan mahasiswi bercadar lainnya harus bisa bebas menuntut ilmu di kampus.

"Selain itu kita juga harus mulai menjaga kepercayaan banyak orang kalau stigma negatif yang dilabel pada orang bercadar itu tidak benar," ujarnya.

Sebelumnya, penggunaan cadar di sejumlah perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi Islam. Mulai dari yang hendak melarang, hingga yang sudah melarangnya dalam momen tertentu.

UIN Sunan Kalijaga menjadi salah satu yang hendak melakukan pendataan dan dilenjutkan membina. Kemudian, ada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah melarang penggunaan cadar saat mahasiswa mengikuti praktik mengajar di sekolah dan saat ujian.

(Baca: Mahasiswi Bercadar UIN Sunan Kalijaga Terancam Dikeluarkan)


 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018