DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Tuah Ganjar bagi Petani Kesulitan Pupuk di Pemalang

Mustholih - 14 Maret 2018 19:00 wib
Cagub Jateng 2018 Ganjar Pranomo mendatangi Pasar Kalimas, Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah. (Medcom/Mustholih)
Cagub Jateng 2018 Ganjar Pranomo mendatangi Pasar Kalimas, Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah. (Medcom/Mustholih)

Semarang: Petani di Desa Kajene, Randudongkal, Pemalang, memuji kesigapan Ganjar Pranowo mengatasi persoalan masyarakat Jawa Tengah. Mereka menjadi saksi atas 'tuah' Ganjar mengatasi kesulitan warga Kajene mendapat pupuk bersubsidi.

"Tidak berbelit-belit, tidak berputar-putar," kata Suratmi, salah satu petani jagung Desa Kajene saat dihubungi wartawan, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 14 Maret 2018.

Sebagai orang pertama di Kajene yang mengeluh ke Ganjar soal pupuk bersubdisi, Suratmi berkisah bagaimana Gubernur Jateng yang sedang cuti kampanye itu berusaha mengatasi kelangkaan pupuk di wilayahnya. 

"Pak Ganjar langsung telepon ke pejabat-pejabat tanya soal pupuk. Bahkan yang terakhir telepon ke Menteri Pertanian. Masak ya cuma gara-gara saya tanya soal pupuk, sampai ke menteri," ungkap Suratmi berkisah.

Baca: Petani Pemalang Mengeluh Susah Dapat Pupuk ke Ganjar

Seperti diketahui, Calon Gubernur Jateng nomor urut satu, Ganjar Pranowo, pada Senin, 12 Maret 2018 lalu berkunjung ke Desa Kajene, Randudongkal, Semarang. Di sana, warga Kajene mengeluh ke Ganjar soal kesulitan mereka mendapat pupuk bersubsidi.

Mendapat keluhan seperti itu, Ganjar langsung menelepon Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ganjar menyampaikan soal bagaimana cara warga Kajene mendapat pupuk bersubsidi meski belum terdaftar sebagai peserta kartu tani.

Menteri Amran berujar kepada Ganjar siap memasok pupuk bersubsidi bagi warga sesegera mungkin. Alasannya, warga yang kesulitan mendapat pupuk mengelola tanah seluas lebih dari seribu hektar. 

Menurut Suratmi, begitu Ganjar menelepon Amran, pasokan pupuk hari itu juga langsung datang ke Kajene. Warga mengadu ke Ganjar pada pagi hari, sementara pupuk langsung tiba pada sore hari. "Itu pupuk datang pukul empat sore. Soal distribusi masih menunggu surat-surat, tapi yang penting ada dulu," ungkap Suratmi.

Suratmi menilai Ganjar memang pantas menjadi pemimpin. Dia menegaskan tidak mempermasalahkan soal program Kartu Tani. "Kalau untuk kebaikan, ya dicoba aja. Saya tidak protes soal Kartu Tani, saya hanya butuh jaminan pupuk ada," jelas Suratmi.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PUPUK SUBSIDI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 20-10-2018