DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 40.273.617.416 (15 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Brebes Bentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak

Kuntoro Tayubi - 12 Oktober 2018 10:59 wib
 Pengukuhan Satgas PPA di Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)
Pengukuhan Satgas PPA di Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)

Brebes: Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bentukan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Brebes dikukuhkan, Kamis, 11 Oktober 2018, di Pendopo Kabupaten. Pengukuhan dilakukan Sekertaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sekmen P3A), Pribudiarta Nur Sitepu. 

Hadir menyaksikan Bupati Brebes Idza Priyanti, Kepala Biro Hukum dan Humas Kementrian PPA Titi Eko Rahayu, Kabag Pengaduan Masyarakat Kementrian PPA Sudarmaji, Kepala DP3AKB Propinsi Jawa Tengah Wagino, dan Jajaran Forkompimda Kabupaten Brebes.

Sekmen P3A Pribudiarta Nur Sitepu  menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Bupati Brebes beserta jajarannya yang berkomitmen dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.

"Prevalensi tingkat kekerasan terhadap perempuan di Indonesia disebutkan mencapai 30 persen. Sedangkan untuk anak-anak jumlahnya lebih besar, yaitu 33 persen," kata Pribudiarta.



Sedangkan prevalensi kekerasan seks terhadap anak laki-laki ada 8 persen, perempuan 3,6 persen dikalikan jumlah anak di indonesia sekitar 83 juta. Berarti ada 600 ribu sampai 800 ribu punya potensi mengalami kekerasan seksual. 

Untuk itu, ia berharap dibentuknya satgas ini dapat membantu Pemerintah dalam hal penanganan kasus kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pasalnya, kasus ini  dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan dilakukan oleh siapa saja.

Satgas PPA, lanjutnya, merupakan ujung tombak kemanusiaan untuk perempuan dan anak korban kekerasan. Yang beranggotakan insane insan istimewa yang sangat perduli terhadap perempuan dan anak anak.

Sementara Bupati Brebes Idza Priyanti melaporkan, Satgas PPA Kabupaten Brebes yang dikukuhkan, berjumlah 100 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi diantaranya Jurnalis, KPMDB, Karang taruna, Fatayat NU, Advokat, pekerja sosial, vasilitator anak, dan anak jalanan.

Idza juga menyampaikan bahwa tugas satgas PPA nantinya melakukan fungsi penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan, melakukan identifikasi kondisi dan layanan yang di butuhkan, melindungi perempuan dan anak di lokasi kejadian dari hal yang dapat membahayakan dirinya, menempatkan dan mengungsikan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan ke lembaga perlindungan, selain itu satgas juga dapat melakukan rekomendasi untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam pengukuhan tersebut Kuntoro dan Muhamad Zaenal Mutaqin ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Brebes.

Data jumlah kekerasan yang dilaporkan ke unit pelayanan PPA di Kabupaten Brebes dari tahun ke tahun makin meningkat. Pada tahun 2013 jumlah laporan yang masuk sebanyak 75, yang korbannya terdiri dari laki-laki 3 dan perempuan 72 orang. Tahun 2014 tercatat 83 kasus dengan korban laki-laki 5 orang dan perempuan 78 orang.

Jumlah korban mengalami kenaikkan pada tahun 2015, yaitu menjadi 85 kasus dengan korban laki-laki 1 orang dan perempuan 84 orang. Tahun 2016 naik menjadi 101 dengan jumlah korban laki-laki 15 dan perempuan 86 orang.

Tahun 2017 juga mengalami kenaikkan menjadi 129 dengan korban laki-laki 28 dan perempuan 101 orang. Sementara untuk tahun 2018, dari bulan Januari hingga September laporan korban kekerasan yang masuk sebanyak 54 kasus.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERLINDUNGAN ANAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 15-10-2018