Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.373.849.226 (17 JUNI 2018)

"Indonesia Kiblat Peradaban Islam Dunia Saat Ini"

Ahmad Mustaqim - 11 Maret 2018 15:22 wib
Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar (kanan) saat menjadi salah satu pembicara di acara Dialog Nasional 8, Indonesia Maju, di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu, 11 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar (kanan) saat menjadi salah satu pembicara di acara Dialog Nasional 8, Indonesia Maju, di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu, 11 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Bantul: Imam Besar Masjid Istiqlal, Nazaruddin Umar mengatakan dunia Islam sepakat dengan kepemimpinan Indonesia di Asia Tenggara. Bahkan menurut dia, seluruh mata muslim di dunia tertuju ke Indonesia soal kebebasan beragama.

"Negara yang paling merdeka menerapkan syariat Islam, di Indonesia. Bisa bebas ibadah di masjid. Kiblat peribadatan Islam saat ini ada di Indonesia," ujar Nazaruddin dalam acara Dialog Nasional 8, Indonesia Maju di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Minggu, 11 Maret 2018.

Ia menjelaskan sejumlah alasan tentang hal di atas. Pertama, ia menyebut bangsa Indonesia merupakan masyarakat yang cinta rasulullah SAW. Hal itu ditunjukkan ungkapan selawat nabi di berbagai tempat.

"Indonesia tak ada nabi. Nabi hanya ada di daerah yang memiliki permasalahan. Tapi Indonesia menjadi kebanggaan negara Islam lain," jelasnya.

Sebagai negara penganut demokrasi, ajaran Islam telah sesuai dengan sistem itu. Meski Islam terkadang dikenal sebagai berada di lokasi yang terdapat kekerasan, Nazaruddin menilai sistem demokrasi bisa meredamnya.

Selain itu, Indonesia juga negara yang konsisten mendorong kesetaraan gender. Ia mencontohkan, jika di negara-negara timur tengah laki-laki mendominasi kegiatan di pasar, namun di Indonesia banyak ditemui perempuan beraktivitas di pasar.

Indonesia memang bukan negara Islam, melainkan Pancasila. Meski demikian, banyak negara Islam yang belajar syariat dan demokrasi kepada Indonesia. "Pluralismenya tinggi. Banyak kelompok keagamaan yang tetap bertumbuh dan berkembang dengan merdeka," sebutnya.

Dengan sejumlah keunggulan itu, Nazaruddin melihat permasalahan di dalam. Ia menyatakan telah terjadi pembengkakan kualitas umat di Indonesia. Ia mengajak tokoh dan umat beragama, utamanya Islam,  untuk mengantisipasi hal itu.
 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TOLERANSI BERAGAMA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 18-06-2018