Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp RP2.681.945.402 (22 JULI 2018)

Jateng Butuh 7.000 Tenaga Pendidik.

Budi Arista Romadhoni - 12 Januari 2018 14:29 wib
Ilustrasi guru. Foto: Antara/Destya Sujarwoko
Ilustrasi guru. Foto: Antara/Destya Sujarwoko

Semarang: Dinas Pendidikan Jawa Tengah membutuhkan sekitar 7.000 pendidik baru. Jumlah diperkirakan bertambah karena belum menghitung guru yang pensiun pada 2018.

Berdasarkan data Disdik Jateng, 2.700 guru PNS pensiun pada 2017 dan sebanyak 1.958 guru pada 2018. Untuk mengakali kekurangan tenaga pendidik, sejumlah kebijakan akan diambil.

"Saat ini kita diperkenankan untuk mengontrak tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) untuk menutup kekurangan itu," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Gatot Bambang Hastowo saat dihubungi di Semarang, 12 Januari 2018.

Saat ini Disdik Jateng sudah mengontrak 8.620 guru tiddak tetap. Selain itu, Disdik Jateng juga mengoptimalkan jam belajar mengajar guru.

Sementara itu,  Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Arief Irwanto mengatakan pengangkatan PNS tidak berbanding lurus dengan angka pensiun. Pada tahun 2017-2018 ini, ada sekitar 5.000 PNS Jateng yang pensiun. Sementara rencana penambahan hanya 1.800 PNS

"Tidak ada 50 persen. Angka 1.800 itu juga tidak jaminan akan dipenuhi pemerintah pusat. Dari pengalaman sebelumnya, pada 2013 silam, kami mengajukan penambahan 2.000 hanya diberi 212. Sementara tahun 2014, kami minta 1.500, hanya diberi 168," Katanya.

Arief menjelaskan pemerintah pusat punya prioritas dalam pengangkatan PNS di tingkat daerah. Yaitu daerah terpencil, perbatasan, dan daerah yang memiliki kantong kemiskinan cukup tinggi.

"Provinsi baru juga diprioritaskan. Seperti Kalimantan Utara dan Papua. Kalau daerah di perbatasan yang diprioritaskan adalah NTT dan Kalimantan Barat," tambahnya.

Karena itu, dia berharap Jateng tetap mendapat porsi yang tidak sedikit. Mengingat kebutuhan PNS saat ini sudah tergolong mendesak. Terutama tenaga pendidik, karena pengelolaan SMA/SMK sudah beralih di tangan Pemprov Jateng.

Proses rekrutmen PNS untuk tahun ini, Arief mengaku belum tahu persis. Jika masih menganut Undang Undang, semua CPNS wajib mengikuti tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) seperti tahun lalu.

"Tapi kalau ada ketentuan baru, ya tidak tahu. Sampai hari ini belum ada kepastian. Kalau tidak ada regulasi baru, berarti yang menggunakan tes. Nanti akan diumumkan secara resmi," ucapnya.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PNS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018