Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

Umat Hindu Gunung Kidul Gelar Melasti di Pantai Ngobaran

- 14 Maret 2018 15:44 wib
 Umat Hindu melakukan prosesi mendak tirta atau mengambil air suci saat upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Saptosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta. (ANT/Hendra Nurdiyansyah)
Umat Hindu melakukan prosesi mendak tirta atau mengambil air suci saat upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Saptosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta. (ANT/Hendra Nurdiyansyah)

Gunung Kidul: Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 ribuan umat Hindu Gunung Kidul menggelar perayaan Melasti di Pantai Ngobaran, Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Gunung Kidul Purwanto di Gunung Kidul Kamis mengatakan Melasti merupakan upacara persembahan Hyang Widhi Wasa, yang diawali dengan penyucian dan memberikan sajen. Setelah itu dilanjutkan Prayascitta dan Mabyakala dengan simbol menyucikan lingkungan Pura Sehara Wukir.

"Melalui upacara Melasti ini, umat Hindu bisa menghadap Hyang Baruno serta melabuh segala kekotoran alam dan mengidap sari Segara Wukir yang ada di Pantai Ngobaran ini," kata Kamis, mengutip Antara, Rabu, 14 Maret 2018.

Usai doa yang dilakukan dengan memercikkan air ke seluruh Pura Segara Wukir, ritual dilanjutkan dengan melabuhkan sarana upacara ke laut selatan. Sebelum melabuh, mereka menunggu ombak cukup besar. Saat ombak yang ditunggu tiba, seluruh sarana upacara langsung dibuang ke laut.

Selesai labuhan, rangkian upacara Melasti dilanjutkan dengan grebeg gunungan yang berisi segala hasil bumi. Ratusan warga serta umat Hindu ikut berebut gunungan karena diyakini akan membawa berkah bagi keluarga untuk setahun yang akan datang.

Dia mengatakan, dipilihnya Pantai Ngobaran, karena memiliki sejarah panjang di mana pantai ini dipercaya sebagai pertapaan Raden Brawijaya V yang merupakan Raja Majapahit.

"Hari ini kami juga melakukan peresmian candi Putri Pandansari, nama Putri Pandansari diambil salah satu istri Raden Brawijaya V," tambahnya.

Sementara Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Nyepi. Dengan perayaan Melasti ini diharapkan mempererat tali persaudaraan antaragama di Gunung Kidul.

"Gunung Kidul ini memiliki guyub rukun yang artinya lebih luas dari gotong royong. Dengan perayaan hari ini diharapkan mempererat tali persaudaraan," katanya. 

Salah satu warga, Chandra Saputra mengatakan perhatian Pemkab Gunung Kidul cukup baik dalam memberikan faislitas kepada umat Hindu untuk melaksanakan ibadah.

"Semoga Gunung Kidul menjadi contoh dalam toleransi umat beragama," kata Chandra.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HARI RAYA NYEPI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 19-06-2018