Banjir Rendam 7 Kecamatan di Tegal

Kuntoro Tayubi - 10 Februari 2018 10:21 wib
 Banjir menggenangi jalan utama dan pemukiman warga di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Banjir menggenangi jalan utama dan pemukiman warga di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Tegal: Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengakibatkan permukiman di tujuh kecamatan terendam banjir, Jumat, 9 Februari 2018 malam, di antaranya Kecamatan Slawi, Pangkah, Adiwerna, Tarub, Kramat, dan Dukuhwaru. Ketinggian air pun bervariasi mulai sekitar 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter.

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Adiwerna, karena hampir semua desa tergenang banjir. Di antaranya di Desa Tembok Luwung, Lemahduwur dan Kaliwadas. Sebagian besar warga tetap bertahan di rumahnya. Sedangkan sejumlah warga lainnya mengungsi. Selain menggenangi permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah sekolah.


Banjir di tujuh kecamatan di Tegal. (Medcom.id/Kuntoro T)

“Air menggenangi rumah warga sejak pukul 19.00 WIB. Hujan deras yang menguyur lebih dari tiga jam sejak Jumat sore, mengakibatkan sejumlah sungai meluap menggenangi pemukiman warga,” kata salah satu warga, Ahmad Athoilah, di lokasi banjir.

Ia mengaku banjir datang tiba-tiba, membuatnya tidak bisa menyelamatkan barang elektronik seperti lemari es dan televisi. Ahmad mengungkap, banjir saat ini adalah yang terparah sejak 15 tahun terakhir. 

“Ini paling parah. Saya terpaksa menutup pintu rumah dengan papan agar air tidak cepat masuk ke rumah,” tambahnya.


Banjir di Tegal rendam ruas jalan. (Medcom.id/Kuntoro T)

Banyaknya wilayah yang tergenang banjir mengakibatkan warga di sejumlah desa belum terjangkau Tim SAR. Sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah meski tergenang banjir, agar terhindar aksi pencurian.

Sedangkan, sejumlah warga terpaksa mengungsi di rumah tetangga yang lebih tinggi. Selain menggenangi rumah warga, sejumlah sekolah juga ikut tergenang banjir.

“Saya terpaksa mengungsi karena ketinggian air sudah satu meter, dan untuk menyelamatkan barang-barang elektronik. Takut air tambah tinggi,” kata warga lainya, Aisyah.



(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANJIR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 22-02-2018