Warga Terdampak Bandara Kulon Progo Tagih Janji Pemerintah

Ahmad Mustaqim - 11 September 2017 19:21 wib
Dialog warga terdampak pembangunan bandara NYIA dengan Pemkab Kulon Progo --  MTVN/Ahmad Mustaqim
Dialog warga terdampak pembangunan bandara NYIA dengan Pemkab Kulon Progo -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Masyarakat terdampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menagih janji pemerintah. Kelompok masyarakat yang menamakan diri Paguyuban Terdampak Bandara Pantai Selatan (Patra Pansel) berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, termasuk Sekretaris Daerah Astungkoro.

Wakil Ketua Patra Pansel Ferry Wahyudi mengatakan, sudah ada sejumlah pelatihan untuk warga terdampak bandara. Pelatihan yang dimaksud, di antaranya terkait pengamanan. Warga juga diminta mengisi blanko minat dan bakat.

"Isian blanko itu diisi di desa masing-masing. Ada yang memilih las, ada juga yang mesin," kata Ferry di Kulon Progo, Senin 11 September 2017.

Selain itu, lanjut Ferry, sudah ada pula koperasi di desa yang bisa dipakai untuk kegiatan perekonomian warga. Namun, koperasi itu terpecah menjadi dua. Karenanya, warga sering merasa bingung dengan kondisi itu.

"Namun, sampai sekarang belum ada tindak lanjut pelatihan. Pengisian blanko di desa soal minat pekerja juga belum ada tindak lanjutnya. Kami minta informasi disampaikan langsung tertulis ke desa, bukan cuma lewat media atau internet," katanya.

Sekda Pemkab Kulon Progo Astungkoro menuturkan, belum bisa memberikan jawaban perihal koperasi. Menurutnya, koperasi yang memiliki hubungan dengan bandara bisa dioptimalkan.

"Kalau koperasi baru seumur jagung sudah minta akses, pertanggungjawabannya susah. Akan coba kami sambungkan ke pihak terkait. SKPD kami siap," kata dia.

Astungkoro berjanji, bakal mengupayakan menjembatani agar warga bisa terlibat dalam pengerjaan proyek bandara. Ia menuturkan, pemerintah bakal membantu warga jika pembangunan bandara berjalan.

"Ini butuh kerja bersama. Nanti jika ada sejumlah titik pembangunan (bandara) butuh tenaga akan disambungkan," katanya.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANDARA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017