Mahasiswa Diharapkan Jadi Garda Terdepan Bendung Radikalisme

Pythag Kurniati - 13 September 2017 14:24 wib
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Hamli -- MTVN/Pythag Kurniati
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Hamli -- MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Mahasiswa diharapkan menjadi garda terdepan dalam membendung radikalisme. Pasalnya, paham radikalisme rentan menyusupi dunia kampus.

"Karena memang perekrutannya menyasar kalangan pemuda dan pemudi," kata Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Hamli saat dialog bertajuk `Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)` di Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Rabu 13 September 2017.

Hamli menuturkan, dewasa ini paham radikal berkembang tidak hanya secara konvensional. Namun, melalui situs-situs maupun media sosial.

Sedangkan, perekrutan secara offline dilakukan dengan menanamkan doktrin serta pemahaman kepada orang yang bersangkutan. "Ini bisa dilakukan di tempat ibadah, lingkungan kampus, bisa juga di indekos," lanjutnya.

Merujuk penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di lima universitas di Indonesia pada 2011, terjadi peningkatan pemahaman konservatif atau fundamentalisme keagamaan. Khususnya di kalangan mahasiswa di kampus-kampus umum.

"Memang, seharusnya ada penelitian lanjutan mengenai kondisi yang relevan dengan saat ini. Namun, penelitian pada 2011 itu bisa menjadi peringatan bagi kita," papar dia.

Menurut Hamli, BNPT mencatat ada beberapa mahasiswa pernah ditangkap karena terkait dengan kasus terorisme. "Beberapa universitas, ada satu dua orang yang sudah kena, ada yang sudah ditangkap," katanya.

Oleh karenanya, BNPT berupaya menggandeng stakeholder terkait, seperti Lembaga Dakwah Kampus (LDK), dosen, serta birokrasi kampus. Tujuannya, agar mahasiswa bisa menjadi garda terdepan membendung paham radikal.

"Kita harus bersama-sama melawan (paham radikal)," pungkas dia.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RADIKALISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017