DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Aturan Berpakaian di Kampus Urusan Rektor

Agus Utantoro, Ahmad Mustaqim - 07 Maret 2018 16:01 wib
Menristekdikti Mohamad Nasir dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa 30 Januari 2018, Ant - Akbar Nugroho Gumay
Menristekdikti Mohamad Nasir dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa 30 Januari 2018, Ant - Akbar Nugroho Gumay

Yogyakarta: Dua kampus di Yogyakarta menerapkan aturan larangan mahasiswi menggunakan cadar. Menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, aturan itu menjadi urusan rektor perguruan tinggi.

Dua kampus itu yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Bedanya, mahasiswi UIN yang tak mau melepas cadar akan dikeluarkan dari kampus. Sedangkan UAD akan membina mahasiswi tersebut.

Baca: Mahasiswi Bercadar UIN Sunan Kalijaga Terancam Dikeluarkan

Nasir mengatakan UIN berada di bawah wewenang Kementerian Agama. Tugas Kemenristekdikti dan Kemenag, lanjutnya, mengatur proses pembelajaran serta akademik. Sementara pakaian dan penggunaan cadar merupakan aturan yang diterapkan pihak kampus.

"Tapi, Kementerian mengatur hak semua orang harus dilindungi. Tidak boleh ada diskriminasi untuk mendapatkan pendidikan. Apakah dia pakai cadar, kopiah, atau apapunlah. Yang kami larang adalah mahasiswa yang berkumpul," ujar Nasir di sela-sela kunjungannya di Yogyakarta, Rabu, 7 Maret 2018.

Sebab, lanjut Nasir, perkumpulan bisa saja berkaitan dengan aksi radikalisme yang berujung memecah belah Negara Kesatuan RI. Pergerakan itu yang diantisipasi pemerintah.

Sementara itu, sejumlah organisasi masyarakat mendatangi Rektorat UIN Sunan Kalijaga di Jalan Laksda Adisutjipto Yogyakarta. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Waryono, menyambut kedatangan organisasi.

Pertemuan berlangsung tertutup. Menurut Waryono, pertemuan bertema silaturahmi.

"Mereka banyak memberikan masukan pada kampus terkait kebijakan pembinaan mahasiswi bercadar di UIN Yogyakarta," kata Waryono.

Rektor UAD Kasiyarno mengatakan masih mendata dan mengidentifikasi mahasiswa yang mengenakan cadar. Ia belum dapat menyebutkan waktu pembinaan mahasiswi tersebut.

"Pendataan masih kami lakukan dan memikirkan bentuk pembinaannya. Jadi belum ada tindakan," ujar Kasiyarno, Selasa, 6 Maret 2018.

Kasiyarno mengatakan kebijakan itu bertujuan menghindarkan mahasiswi dari paham radikal. Lantaran itu, pihak kampus membentengi mahasiswa dengan nilai keislaman dan ke-Muhammadiyah-an.

UAD juga melarang mahasiswa mengenakan cadar saat ujian. Itu bertujuan menghindarkan perjokian dan diterapkan sejak semester lalu.

"Sehingga peserta ujian akan mudah dikenali petugas," ujar Kasiyarno.



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 10-12-2018