Tolak Impor Daging Beku, Jatim Pilih Kembangkan Bibit Sapi

Amaluddin - 22 Agustus 2016 12:35 wib
Sapi di Madura, MI - Mohammad Ghozi
Sapi di Madura, MI - Mohammad Ghozi

Metrotvnews.com, Surabaya: Warga Jawa Timur tak suka mengonsumsi daging beku. Lantaran itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menolak impor daging sapi beku.

Menurut Gubernur Jatim Soekarwo, warganya lebih memilih daging sapi segar. Bila tak bisa membeli daging, biasanya warga memilih daging untuk rawon atau tetelan.

"Nah, orang-orang di Jatim suka beli daging tetelan (sisa daging yang melekat pada tulang)," kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo.

Selain itu, Pakde Karwo menolak impor daging kerbau. Sebab daging kerbau memiliki tekstur keras dan seratnya kasar. Daging kerbau tak nyaman dimakan dan bertentangan dengan kebiasaan warga Jatim.

"Kalau di Kudus, Jawa Tengah, bisa saja. Sebab banyak warga Kudus tak boleh menyembelih sapi. Mereka menyembelih kerbau," lanjut Pakde Karwo.


(Pekerja mengangkat kardus berisikan daging sapi beku impor di Jakarta, Ant - Hfaidz Mubarak)

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jatim, Maskur, menambahkan Jatim lebih memilih pengembangan bibitan sapi daripada mengimpor daging beku. Sebab, menurut dia, pengembangan sapi akan berpengaruh kepada banyak hal. 

Misalnya mengembangkan potensi rekanan pakan sapi, industri kerajinan kulit sapi juga meningkat, dan menghidupkan kembali Rumah Potong Hewan yang mulai lesu. 

"Dengan begitu, maka banyak tenaga baru yang terserap juga," pungkas Maskur.

Sebelumnya, pemerintah pusat membuka keran impir daging sapi. Tujuannya untuk menstabilkan harga jual di pasaran.

Baca: Ini Penyebab Pemerintah Buka Keran Impor Daging Sapi

Dari data perkiraan kebutuhan daging secara keseluruhan, kebutuhan daging Agustus-Desember diperkirakan mencapai 279.237 ton. Artinya jika dihitung dari perkiraan, dalam tujuh bulan ini, kebutuhan daging sapi mencapai 395,983 ton. Sementara perkiraan produksi daging sapi dalam negeri Agustus-Desember sebesar 182.671 ton.


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG IMPOR SAPI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BISNIS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017