Warga Tolak Ganti Rugi Lahan Bangun Jalur Lambat

Syaikhul Hadi - 10 Desember 2018 20:14 wib
Aksi warga menolak pembebasan lahan untuk membangun jalur lambat di Desa Tebel, Sidoarjo, Senin, 10 Desember 2018, Medcom.id - Hadi
Aksi warga menolak pembebasan lahan untuk membangun jalur lambat di Desa Tebel, Sidoarjo, Senin, 10 Desember 2018, Medcom.id - Hadi

Sidoarjo: Warga Desa Tebel, Sidoarjo, Jawa Timur, menolak ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan frontage road (FR) atau jalur lambat. Alasannya, daerah itu merupakan sentral ekonomi warga setempat.

Sulaiman, warga Desa Tebel, mengaku tak masalah bila lahannya dibebaskan untuk pembangunan FTR. Tapi ia meminta pemerintah mempertimbangkan nasib warga yang berdagang di kawasan tersebut.

"Karena sebagian besar kawasan di sini untuk usaha (ekonomi)," kata Sulaiman, Senin, 10 Desember 2018.

Sebaiknya, lanjut Sulaiman, harga lahannya lebih mangga dibanding tanah biasa. Pemerintah menawarkan nilai Rp3,5 hingga Rp3,7 meter persegi. Sementara warga meminta harga lebih tinggi.

"Kami meminta harga Rp5,7 meter persegi," ujar Sulaiman.

Hingga saat ini, Kepala Dinas PU PR Kabupaten Sidoarjo Sigit Setyawan masih terus dihubungi terkait persoalan tersebut. Meski sudah dihubungi melalui sambungan selularnya, belum ada jawaban resmi. 


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMBEBASAN LAHAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-01-2019