Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Khofifah Ingin Petik Laut Sumenep Masuk Kalender Wisata

Rahmatullah - 05 Maret 2018 19:38 wib
Khofifah di acara petik laut di Sumenep, Senin 5 Maret 2018, Medcom.id - Rahmatullah
Khofifah di acara petik laut di Sumenep, Senin 5 Maret 2018, Medcom.id - Rahmatullah

Sumenep: Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara petik laut di Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Senin, 5 Maret 2018. Petik laut merupakan ritual tahunan yang dilakukan nelayan untuk menyukuri hasil tangkapan.

Khofifah menginginkan petik laut tersebut masuk kalender wisata. Sebab jika ritual tersebut masuk agenda wisata, dia yakin keindahan dalam kegiatan tersebut bisa dinimati semua kalangan. Khofifah cukup menyayangkan keindahan tersebut tidak bisa dinikmati orang luar dan tidak terpublish maksimal.

“Jika petik laut masuk destinasi wisata, pasti akan lebih heboh lagi,” ungkap Khofifah di tengah-tengah nelayan.

Mantan Menteri Sosial RI itu menyebut tradisi petik laut itu merupakan agenda tahunan. Khofifah mengaku bahagia sekali karen bisa menghadiri undangan nelayan Pragaan. Dia berharap cuaca mendukung, sehingga prosesi tersebut tuntas sesuai rencana. Dia pun berharap kehidupan nelayan makin sejahtera.

Selebihnya, Khofifah mengatakan 85 persen wilayah Indonesia merupakan maritim. Katanya, hidup di negeri ini dipersatukan dengan laut, sungai dan danau. Karena pertimbangan tersebut, dia mendorong pemerintah memberikan ruang lebar untuk nelayan, sehingga para nelayan bisa melaut dengan baik dan aman.

“Bagaimana nanti nelayan bisa melaut aman dan nyaman. Hasilnya juga nanti bagus, harganya (harga jual ikan) bagus, kesejahteraannya nanti juga diharapkan lebih bagus,” ungkapnya.

Jauh hari sebelum petik laut, nelayan terlebih dahulu mempercantik perahunya dengan berbagai hiasan. Cat yang sudah pudar diperbarui kembali. Sejumlah umbul-umbul, termasuk bendera merah putih, menjadi bagian hiasan perahu tersebut.

Para nelayan lalu melarung bersama-sama ke tengah laut. Mereka membawa satu replika perahu yang di dalamnya berisi pisang dan sejumlah kebutuhan pokok. Sesampainya di tengah laut, replika perahu tersebut dilepas, dan dibiarkan terbawa ombak. Mereka pun berharap yang dilarungkan tersebut segera ditemukan nelayan lain yang kebetulan melintas.


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB JATIM 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018