Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Akhir Jabatan, Soekarwo Fokus Turunkan Kemiskinan

Amaluddin - 14 Maret 2018 15:50 wib
ilustrasi Metrotvnews.com
ilustrasi Metrotvnews.com

Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo akan fokus menurunkan tingkat kemiskinan Jatim setahun sebelum masa jabatannya berakhir pada Februari 2019. Pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu, menarget angka kemiskinan di Jatim menurun 9,44 persen pada September 2018.

Menurut Pakde Karwo, target ini merupakan penurunan yang cukup signifikan yakni sebesar 1,76 persen, dari kondisi periode September 2017 sebesar 11,20 persen. Dengan target ini, Pakde Karwo berharap angka kemiskinan di Jatim berada di bawah rata-rata kemiskinan nasional sebesar 9,62 persen.

"Kami optimistis target ini bisa tercapai. Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya, Pemprov Jatim telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 18,51 persen pada Maret 2009 persen, turun jadi 11,20 persen pada September 2017,” ujar Pakde Karwo, di Surabaya, Rabu, 14 Maret 2018.

Menurut Pakde Karwo, seluruh bidang seperti ekonomi, sosial, pendidikan di Jatim bagus. Alasan itulah kenapa dirinya di tahun ini fokus untuk menurunkan angka kemiskinan.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya akan melakukan berbagai langkah dan upaya untuk mencapai target penurunan kemiskinan tersebut. Di antaranya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Sosial akan menjadi leading sector yang harus saling berkoordinasi, dan komprehensif dalam melakukan program-program penurunan kemiskinan.

"Saya sendiri yang akan memutuskan langkah-langkah teknis dan strategis dalam program ini. Misalnya penanggung jawab dari segi perencanaan adalah Bappeda dan yang mengimplementasikannya adalah Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Ini yang kemudian harus paham detailnya," katanya.

Menurutnya, ada dua hal yang telah dijalankan dari tahun ke tahun untuk menekan tingakat kemiskinan di Jatim. Yaitu program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) dan Pengurangan Feminisasi Kemiskinan. "Selain itu ada hal lain yang harus dilakukan kepada kelompok-kelompok yang prosentase beban kemiskinannya pada beras," ujarnya.

Beras Subsidi Jadi Solusi Penanganan Kemiskinan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, kata Pakde Karwo, sekitar 23 persen kemiskinan di pedesaaan ditentukan oleh beras. Sedangkan beras mempengaruhi kemiskinan di perkotaan sebanyak 19 persen.

Untuk itu, kata dia, penanganan kemiskinan dengan memberikan bantuan beras subsidi menjadi salah satu solusi di Jatim. Bantuan beras atau pangan menjadi langkah utama untuk mengurangi kemiskinan. 

“Sasaran pokoknya lebih pada fungsi siapnya beras di rumah tangga. Ini juga dilakukan agar jangan sampai beras di pedesaan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan perkotaan," kata mantan Sekdaprov Jatim itu.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMISKINAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018