DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bupati Rendra Siapkan Kemungkinan Terburuk

Daviq Umar Al Faruq - 12 Oktober 2018 11:12 wib
Bupati Malang, Rendra Kresna di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis 11 Oktober 2018 malam.
Bupati Malang, Rendra Kresna di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis 11 Oktober 2018 malam.

Malang: Bupati Malang, Rendra Kresna telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 11 Oktober 2018. Rendra ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi dan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pedidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Usai ditetapkan tersangka, Rendra mengaku telah menyiapkan kemungkinan terburuk. Sebab, tersangkut dalam pusaran kasus hukum seperti ini diakuinya sudah menjadi risiko seorang kepala daerah.

"Ya saya harus prepare, saya harus menerima. Itu adalah bagian daripada risiko saya kalau ditahan," katanya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis 11 Oktober 2018 malam.

Baca: Bupati Malang Tersangka Suap dan Gratifikasi

Persiapan Rendra bahkan telah jauh dilakukan sebelum dirinya ditetapkan tersangka secara resmi oleh KPK. Yakni dengan memberikan motivasi kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam rapat koordinasi, Selasa, 9 Oktober 2018. Rapat ini digelar pasca KPK menggeledah kantornya pertama kali pada Senin 8 Oktober 2018.

"Makanya beberapa waktu yang lalu saya langsung pimpin rapat, agar kemudian (kepala OPD) jangan sampai melemah, jangan sampai patah semangat tapi harus tetap giat dan tetap punya etos kerja tinggi untuk mengawal tugas pemerintah, pembangunan, kemasyarakatan," jelasnya.

"Toh kalau tidak ada saya, masih ada Bupati, ada Sekda. Itu yang harus saya semangati waktu itu, nggak papa, nggak masalah. Apapun yang terjadi saya sudah prepare, bahwa saya siap menghadapi itu," bebernya.

Bupati Malang dua periode ini mengaku siap menjalani kasus hukum yang sedang menjeratnya dengan kooperatif. Bahkan dengan tegas dia mengatakan bakal menghadiri pemeriksaan lanjutan di kantor pusat KPK, Senin 15 Oktober 2018 mendatang.

"Itu adalah sesuatu yang memang harus menjadi tanggung jawab Bupati. Apalagi kalau ada kesalahan di dinas, biarlah saya yang bertanggung jawab. Berarti Bupati nya tidak kuat kontrolnya," pungkasnya.

Selain Rendra, KPK juga menetapkan pihak swasta, Ali Murtopo (AM), sebagai tersangka. Tersangka Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali sekitar Rp 3,45 miliar terkait proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang sejak 2010 hingga 2013. Terutama proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.

Sedangkan, pada kasus penerimaan gratifikasi, Rendra ditetapkan sebagai tersangka bersama satu pihak swasta lain, Eryk Armando Talla (EAT). Rendra dan Eryk diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk menerima gratifikasi. Gratifikasi tersebut dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar Rp 3,55 miliar.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018