DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Anak Terduga Teroris di Jatim Ingin Bersekolah

Antara - 12 Juni 2018 12:54 wib
Kendaraan Kapolda Jatim memasuki lokasi ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu malam 13 Mei 2018, Ant - Umarul Faruq
Kendaraan Kapolda Jatim memasuki lokasi ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu malam 13 Mei 2018, Ant - Umarul Faruq

Surabaya: Tujuh anak dari terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, ingin bersekolah. Mereka ingin hidup dan tumbuh normal.

"Tadi saya sampaikan kalau banyak teman, banyak saudara itu seneng bisa bermain bisa belajar bersama-sama. Mereka juga ingin sekolah," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Mapolda Jatim, Surabaya, 12 Juni 2018.

Anak-anak terduga teroris, siang ini, dijadwalkan diserahkan ke Kementerian Sosial, termasuk AIS, anak dari keluarga pengebom Mapolresta Surabaya. Risma mengaku, AIS sudah lama ingin bertemu, tapi dirinya belum ada waktu.

"Ya tadi dia cerita macam-macam. Ternyata dia juara pencak silat di Jawa Timur. AIS tak kasih buku. Kalau AIS-nya sudah ceria, meskipun tangannya kan patah yang sebelah kanan. Dia nyampaikan senang punya temen banyak, dia ingin main-main seperti temennya yang lain," imbuhnya.

Baca: Anak Pelaku Teror Diserahkan ke Kemensos

Dia menceritakan, awalnya anak-anak tersebut sering mendebat. Sehingga, waktu itu dirinya diminta untuk mencarikan psikolog yang mengerti agama.

"Terus saya carikan dari UINSA itu yang ngerti dalil-dalil. Jadi tadi juga jelaskannya ke anak-anak itu pakai dalil-dalil apa misalnya diajari senyum itu dalilnya apa senyum. Dan anak-anak itu lebih bisa menerima," tutur Risma.

Risma menuturkan, Pemkot Surabaya tak mungkin mengadopsi anak-anak pelaku teror tersebut. Salah satunya, karena masalah keamanan. 

"Itu nanti ditangani Kementerian Sosial karena terus terang juga berat untuk kan ini harus siaga mereka," ujarnya.

Risma menegaskan, Pemkot Surabaya akan tetap melihat perkembangan anak-anak tersebut.  Karena juga menyangkut keamanan dan juga keluarganya terutama neneknya masih ada.

"Ya kalau bisa kembali ke keluarga. Neneknya ikut ke sana menemani," ucapnya.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TEROR BOM DI SURABAYA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 17-10-2018