DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kepala Sekolah di Malang Cabuli 6 Siswa

Daviq Umar Al Faruq - 07 Maret 2018 18:16 wib
KL (56) saat diamankan dan diperiksa terkait kasus tindak pidana pencabulan di Mapolres Malang, Rabu 7 Maret 2018.
KL (56) saat diamankan dan diperiksa terkait kasus tindak pidana pencabulan di Mapolres Malang, Rabu 7 Maret 2018.

Malang: Kepala SMPN di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang berinisial KL, 56, ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap 6 orang siswanya. KL, juga sudah ditahan polisi. 

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengungkapkan pihaknya telah memeriksa enam korban dan beberapa saksi sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan, pihaknya kemudian melakukan gelar perkara dan menaikkan status KL menjadi tersangka.

"Saat ini tersangka sudah ditangkap dan sedang dilakukan pemeriksaan oleh satuan reskrim," kata Ujung, Rabu, 7 Maret 2018.

Polisi akan menggali informasi kepada tersangka terkait kemungkinan adanya korban lain. Dari keterangan korban, modus yang dilakukan tersangka bermacam-macam. "Korban di iming-imingi akan dibelikan sepatu, baju diberi uang dan dibayari kuliahnya. Bahkan korban juga di iming imingi bakal diajari ilmu tenaga dalam," bebernya.

Aksi pencabulan ini dilakukan berulang kali terhadap setiap korbannya. "Ada yang sekali, ada yang dua kali dan tiga kali. Ada beberapa tempat yang biasa digunakan untuk melancarkan aksinya salah satunya di mobil. Paling sering di ruang kepala sekolah," ungkapnya.

Ujung mengaku pihaknya juga masih menunggu hasil visum korban dari dokter forensik. "Tapi lewat keterangan saksi dan korban saja sudah cukup bagi kami untuk menjerat tersangka dengan UU perlindungan anak. Untuk bukti lain akan kita periksa dengan mendalam," jelasnya.

Apabila terbukti melakukan tindak pidana pencabulan, tersangka bakal dijerat dengan pasal 82 ayat 1 juncto 76E UU no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 2002 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara dan denda 5 miliar rupiah," tutupnya.

Sebelumnya, lima pelajar dari salah satu SMPN di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang melaporkan tindak pidana pencabulan yang dilakukan KL kepada polisi, Selasa 6 Maret 2018. Kelima siswa ini melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang dengan didampingi orangtuanya serta Juli Abidin dari Satuan Bakri Pekerja Sosial Kementerian Sosial.

Juli Abidin mengungkapkan oknum kepala sekolah berinisial AL ini diduga melakukan tindak pidana pencabulan pada Januari 2018 lalu. Aksi pencabulan ini dilakukan kepada 6 siswa berusia 13-15 tahun yang rata-rata masih duduk di bangku kelas VII hingga kelas IX SMP. "Korban tidak sampai disetubuhi tetapi korban disentuh pada kemaluan dan bagian tubuh lainnya," ungkapnya.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENCABULAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 10-12-2018