'Topi' Puncak Semeru Diduga karena Pergerakan Angin

Daviq Umar Al Faruq - 12 Desember 2018 18:23 wib
Kabut putih menyerupai topi di puncak Semeru tampak pada Senin, 10 Desember 2018, sumber foto: Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho
Kabut putih menyerupai topi di puncak Semeru tampak pada Senin, 10 Desember 2018, sumber foto: Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho

Malang: Fenomena langka muncul di puncak Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Bentangan kabut putih muncul di puncak seolah-olah Gunung Semeru tengah mengenakan topi.

Kasubbag Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Syarif Hidayat mengatakan fenomena itu terbilang jarang dan langka. Namun ia mengaku tak mengetahui pasti penyebab kemunculan fenomena tersebut.

"Secara umum diduga karena adanya perubahan dan pergerakan angin di puncak Semeru," ungkap Hidayat di Lumajang, Rabu, 12 Desember 2018.

Namun ia tak bisa merinci asal muasal fenomena tersebut. Sebab fenomena itu masih dibutuhkan penelitian.

"Perlu ada penelitian lebih lanjut oleh pihak yang berkompeten," pungkasnya.

Fenomena itu muncul pada Senin, 10 Desember 2018. Gunung dengan ketinggian 3.676 Mdpl tersebut diselimuti awan yang terlihat menyerupai topi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho membenarkan fenomena Gunung Semeru yang seakan bertopi atau berhelm di puncaknya tersebut. 

"Awan altocumulus lenticularis menutup puncak Semeru begitu indahnya. Turbulensi atau pusaran angin dibagian atas membentuk awan seolah Sang Gunung bertopi," kata Sutopo dalam akun instagram pribadinya.

Sutopo menjelaskan turbulensi tersebut menandakan pusaran angin yang kencang. Kondisi itu diakuinya cukup berbahaya bagi pendaki di Gunung Semeru karena suhu disana sangat dingin. 

"Dapat menyebabkan hyporthermia bagi pendaki di atas," ujarnya.

"Coba alam nan indah ini dimanfaatkan buat foto pre wedding. Mengabadikan masa indah saat mengikat cinta sebelum pelaminan. Alangkah indahnya," tambahnya.

Meski begitu, Sutopo menyebutkan bahwa fenomena Gunung Semeru bertopi ini hanyalah fenomena alam biasa saja. Sebab, diakuinya beberapa gunung di Indonesia juga pernah mengalami hal yang sama.

"Tergantung dinamika atmosfer lokal. Tidak usah dikaitkan dengan mistis, tanda akan ada musibah, politik, atau jodoh seret," ungkapnya.



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FENOMENA ALAM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-01-2019