1,49 juta Penduduk Jember Telah Terdaftar JKN-KIS

Kusbandono - 21 Maret 2018 09:54 wib
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Jember: Lebih dari separuh penduduk Jember telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dari data yang dihimpun oleh BPJS Kesehatan Jember, diketahui peserta program JKN-KIS di Kabupaten Jember mencapai 1.492.950 jiwa atau 57 persen dari total penduduk 2.610.000 jiwa. 

Capaian jumlah peserta program jaminan kesehatan tersebut, sebagai bentuk upaya implementasi cakupan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC). Kepala BPJS Kesehatan Jember Tanya Rahayu saat dikonfirmasi menyampaikan, Peserta JKN-KIS di Jember hingga 9 Maret 2018 mencapai 1.492.950 orang.

“Dengan rincian 1.127.023 orang merupakan penerima bantuan iuran (PBI) dan sisanya non-PBI sebanyak 365.927 orang, sehingga persentasenya sekitar 57 persen dari jumlah penduduk di Jember,” ujar Tanya kepada Medcom.id, Selasa, 20 Maret 2018.

Sementara itu, sebanyak 43 persen dari penduduk Jember yang belum menjadi peserta JKN-KIS menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan segera bersama dengan Pemerintah Kabupaten Jember. 

“Peran pemerintah daerah sangat besar dalam menyukseskan program JKN itu, sehingga kami sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Pemda Jember membentuk Regulasi daerah untuk tercapai UHC di tahun 2018,” tutur Tanya.

Tanya berharap, terbentuknya regulasi daerah seperti peraturan bupati nantinya akan mendorong peningkatan jumlah kepesertaan JKN di Kabupaten Jember, sehingga diharapkan dapat mewujudkan UHC paling lambat 2019.

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Siti Nurul Qomariyah mengatakan sejumlah organisasi perangkat daerah dilibatkan dan berperan untuk meningkatkan jumlah peserta JKN-KIS di Jember, misalnya Dinas Sosial yang berperan dalam pendataan fakir miskin dan orang tidak mampu, kemudian Disnakertrans melakukan pendataan di perusahaan yang sudah ada di Jember.

"Semua pihak bergerak untuk mencapai cakupan kesehatan semesta, sehingga diharapkan akhir tahun 2018 bisa mencapai 95 persen, jumlah peserta JKN-KIS di Jember,” tambah Nurul.

Kabupaten Jember juga akan membentuk peraturan daerah berupa Peraturan Bupati yang mengatur percepatan rekruitmen kepesertaan JKN untuk semua segmen dan paling lambat akhir Maret 2018 dengan melibatkan peran seluruh instansi terkait. 

“Kemudian yang mendapat perhatian juga, yakni terkait pengelolaan data kependudukan yang sudah terintegrasi JKN-KIS dan data yang belum terintegrasi JKN-KIS,” tandas dia.


(SCI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BPJS KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018