DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Rumah Mantan Wakapolda Sumut di Malang Selalu Sepi

Daviq Umar Al Faruq - 06 Maret 2018 20:22 wib
Suasana di rumah mantan Wakapolda Sumut di Malang, Jatim, saat polisi melakukan olah TKP kematian pemilik rumah, Medcom.id - Daviq
Suasana di rumah mantan Wakapolda Sumut di Malang, Jatim, saat polisi melakukan olah TKP kematian pemilik rumah, Medcom.id - Daviq

Malang: Semasa hidupnya, mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Agus Samad selalu tinggal di rumahnya di Perumahan Bukit Dieng Permai, Kota Malang, Jawa Timur, seorang diri. Sementara istri, Suhartatik, bolak balik ke Bali untuk mengurusi rumah makan miliknya.

Seorang tetangga mengatakan rumah Agus selalu sepi. Bahkan, saat hari raya idulfitri pun, keramaian tak tampak di rumah bercat putih itu.

"Dulu waktu beliau masih menjabat sebagai ketua RT, warga sering rapat di rumahnya. Tapi sekarang sudah tak pernah lagi," kata pria yang yang namanya tak mau ditulis tersebut.

Hingga akhir hayatnya, Agus juga tengah sendirian. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumahnya pada Sabtu 24 Februari 2018.

Baca: Istri Mantan Wakapolda Sumut Diinterogasi

Agus, lanjut sang tetangga, memiliki dua anak. Namun mereka tak tinggal bersama purnawirawan polisi itu. Timur Dikman Sasmita tinggal di sebuah rumah kontrakan di Perum Permata Jingga Kota Malang. Sedangkan anak kedua, Radiyaksa Agung Wicaksana berdomisili di Kabupaten Gresik.

Pasangan suami istri itu memiliki sebuah rumah makan di Bali. Menurut tetangga, sang istri-lah yang mengurusi bisnis tersebut.

"Kalau anaknya setahu saya jarang ke rumah Pak Agus," ujar pria yang saat ditemui tengah mengenakan kaos hitam itu.

Ngateno, petugas keamanan perumahan, mengaku Agus tak tampak sejak sehari sebelum ditemukan meninggal. Pada Jumat, 23 Februari 2018, malam, kata Ngateno, tak ada keanehan di perumahan. Saat itu, Ngateno yang mendapat tugas piket jaga.

"Seingat saya, jalanan sepi. Aktivitas berjalan seperti biasa. Tapi pada malam itu, Abah (sebutan warga untuk Agus) tak tampak berangkat ke masjid seperti biasa," kata Ngateno.

Biasanya, ujar Ngateno, Agus tak pernah absen salat Subuh di masjid. Lalu paginya, Ngateno dan beberapa warga menemukan Agus di halaman belakang rumahnya. Agus meninggal dengan kondisi tengkurap. Talinya terikat tali rafia. 

Luka sayatan ditemukan pada tangan kanan dan kiri. Luka lecet tampak di paha belakang. Hingga berita ini dimuat, polisi masih mendalami kasus tersebut. 



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENEMUAN MAYAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 26-09-2018