DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.121.521.604 (20 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

4 Ribu Balita di Kota Malang Stunting

Daviq Umar Al Faruq - 13 Maret 2018 18:22 wib
ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Malang: Sebanyak 4.007 anak balita (bawah lima tahun) di Kota Malang mengalami stunting. Kondisi anak yang mengalami stunting ini tidak memiliki tinggi tubuh sesuai dengan usianya.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang Meifta Eti Winindar menjelaskan ada dua kategori pada stunting, yakni pendek dan sangat pendek.

"Jumlah balita di Kota Malang yang mengalami stunting kategori sangat pendek sejumlah 978 anak dan kategori pendek ada 3.029 anak," katanya saat ditemui Medcom.id, Selasa 13 Maret 2018.

Jumlah tersebut didapat dari total balita di Kota Malang yakni 54.469 anak. Meski begitu, Meifta mengatakan angka tersebut masih jauh dibanding angka Jawa Timur dan nasional.

"Jumlah balita yang mengalami stunting sebanyak 7 persen dari total balita se-Kota Malang. Angka tersebut di bawah angka Jatim sebesar 26 persen dan nasional sebesar 28 persen," tambahnya.

Meifta mengatakan saat ini pihaknya sedang berupaya menangani kasus tersebut. Salah satunya dengan bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait.

"Pada 19 Maret nanti kami mulai bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kota Malang. Nanti bakal ada pendampingan kepada balita yang memiliki gizi buruk. Satu balita didampingi satu mahasiswa," bebernya.

Selain itu, berbagai upaya pun telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mencegah stunting. Seperti melakukan sosialisasi kepada remaja putri dan calon pengantin tentang pentingnya untuk menjaga gizi.

Penyuluhan kepada remaja putri dilakukan dengan memberikan tablet darah FE yang mengandung asam folar dan zat besi untuk mencegah anemia. Penyuluhan dilakukan dengan mengunjungi sekolah-sekolah.

"Sebab remaja putri nantinya adalah calon ibu. Diharapkan dengan diberikan sosialisasi sejak dini, mereka dapat mengerti pentingnya menjaga gizi sehingga anak mereka nantinya tumbuh sehat," jelasnya.

Sedangkan, penyuluhan kepada calon pengantin dilakukan dengan bekerja sama dengan kantor urusan agama (KUA). "Selain kepada ibu, sosialisasi juga penting dilakukan kepada ayah," tegasnya.

Meifta menambahkan pihaknya sangat serius untuk memerangi stunting. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan sejumlah fasilitas pendampingan kepada ibu hamil di posyandu secara gratis.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Malang juga mengungkapkan untuk menanggulangi stunting tidak memerlukan biaya mahal. Selain dengan menyediakan ASI eksklusif, para ibu hanya perlu memberikan zat besi yang cukup untuk anaknya.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GIZI KURANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018