Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Harga Naik, Lebih Sejuta Buruh Pelinting Kretek Terkena Efek

Amaluddin - 22 Agustus 2016 16:20 wib
Buruh bekerja di perusahaan rokok di Kudus, Ant - Yusuf Nugroho
Buruh bekerja di perusahaan rokok di Kudus, Ant - Yusuf Nugroho

Metrotvnews.com, Surabaya: Rencana pemerintah menaikkan harga rokok menjadi Rp50 ribu per bungkus menimbulkan keresahan banyak kalangan. Ketua Paguyuban Mitra Pelinting Sigaret Indonesia (MPSI), Djoko Wahyudi, menilai rencana itu tak berdasar dan tidak ilmiah.

Djoko meragukan hasil studi yang dikeluarkan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany. Bila rencana itu menjadi kebijakan, Djoko meminta pemerintah mempertimbangkan dampak negatifnya.

"Jika harga naik, rokok tak akan terbeli. Akibatnya, perusahaan rokok bangkrut, PHK besar-besaran, target cukai anjlok. Belum lagi rokok ilegal beredar," kata Djoko di Surabaya, Senin (22/8/2016).

Kalangan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan petani tembakau yang paling terkena dampak dari rencana tersebut. Apalagi karyawan yang bekerja di industri kretek mencapai 1,5 juta orang di Indonesia.

Bila rokok tak terbeli, pengusaha dapat menyetop produksi dan penjualan. Pembelian tembakau akan berhenti. Pendapatan petani tembakau menurun.

"Karena usulan ini pula, sekitar 60 ribu pekerja pelinting sigaret yang tersebar di 38 koperasi mitra pelinting di wilayah Jatim, Jateng, Jabar dan DIY, resah. Ini kan sama saja dengan tindak terorisme, karena membuat orang resah disaat situasi tenang. Saya bisa tuntut itu," kata Djoko.

Djoko menawarkan solusi yaitu pemerintah menaikkan cukai khusus sigaret kretek mesin (SKM) berfilter. Itu dapat menekan laju pertumbuhan perokok dari kalangan anak muda.

"Konsumen baru cenderung memilih rokok SKM berfilter karena dianggap lebih modern. Ini berbeda dengan dengan SKT, yang konsumennya cenderung berusia dewasa," tandasnya.


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ROKOK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018