Petani di Sumenep Sulit Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Rahmatullah - 11 Oktober 2017 18:13 wib
Audiensi aktivis Lima di kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumenep -- MTVN/Rahmatullah
Audiensi aktivis Lima di kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumenep -- MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Petani di Kabupaten Sumenep kesulitan mendapatkan pupuk bersubsisi. Banyak dari petani di Sumenep tidak bergabung dengan kelompok tani (poktan).

"Mereka kurang mendapatkan informasi tentang cara bergabung dengan kelompok (poktan," kata Sofyan Husen, aktivis Lingkar Intelektual Mahasiswa (Lima), usai bertemu dengan petinggi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan di Sumenep, Rabu 11 Oktober 2017.

Pantauan Metrotvnews.com, pupuk bersubsidi bukannya langka di Sumenep. Tapi, petani harus bergabung dengan poktan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Sofyan berharap, pemerintah bersedia jemput bola. Sehingga, tidak ada satu pun petani yang tidak bergabung dengan poktan. Sehingga, mereka tidak kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumenep Bambang Heriyanto mengatakan, kartu tani (kartani) adalah syarat mendapatkan pupuk bersubsisi. "Petani masih bisa bergabung dengan kelompok tani untuk mendapatkan kartani. Paling lambat 30 November 2017," tambahnya.

Jika tidak bisa bergabung dengan kelompok, petani bisa membentuk poktan sendiri. Syaratnya, harus ada anggota minimal 20 orang.

Prosesnya pun hanya membutuhkan waktu tiga hari. Jika pengajuan sudah sesuai persyaratan, akan segera diterbitkan sertifikat sebagai legalitas.

Saat ini, petani di Kabupaten Sumenep yang terdata berjumlah 96.608 orang. Mereka tergabung dalam 3.098 poktan.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PUPUK SUBSIDI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017